Tentara Korsel akan berlatih di Yeonpyeong

Korea Selatan mengatakan pasukannya akan berlatih dengan peluru tajam di Pulau Yeonpyeong, yang dibombardir Korea Utara bulan lalu.
Latihan satu hari itu akan digelar antara 18 dan 21 Desember dan akan dihadiri oleh Komando Pasukan PBB pimpinan AS, kata militer Korsel.
Menurut pernyataan Korea Selatan, laras senjata akan dijauhkan dari Korea Utara.
Korea Utara menyatakan serangan artileri terhadap Yeonpyeong bulan lalu adalah reaksi atas latihan dengan peluru tajam di sana.
Empat warga Korsel - dua anggota Marinir dan dua warga sipil - tewas dalam serangan artileri 23 November terhadap pulau, yang berada tak jauh dari batas laut barat kedua Korea yang masih menjadi sengketa.
Insiden tersebut meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea, yang sudah tegang setelah sebuah kapal perang Korea Selatan tenggelam akibat tembakan torpedo bulan Maret.
Korea Selatan dan Amerika Serikat melancarkan beberapa latihan militer besar-besaran di kawasan yang sama pasca serangan terhadap Yeonpyeong.
Militer Korea Selatan menyatakan semua warga sipil di pulau tersebut didorong agar mengungsi sebelum latihan dimulai.
Latihan militer Korea Selatan ini berlangsung ketika Gubernur Negara Bagian New Mexico, AS, Bill Richardson tiba di Korea Utara.
Kunjungannya bertujuan untuk meredakan ketegangan regional.





























