Rusia khawatir suhu politik di Korea

Korea
Keterangan gambar, Korsel akan gelar latihan senjata di Pulau Yeonpyeong pada pekan depan

Rusia menyatakan khawatir ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan akan meningkat dalam waktu dekat.

Negara itu meminta Dewan Keamanan PBB untuk mempersiapkan pertemuan untuk membahas situasi di Korea.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin menyatakan kekhawatiran terhadap kemungkinan peningkatan suhu politik di Semenanjung Korea.

"Kami yakin Dewan Keamanan PBB harus mengendalikan kondisi... dan melakukan langkah diplomatik dan politik untuk menyelesaikan konflik antara dua negara Korea," kata dia.

Rusia mendesak Korea Selatan untuk membatalkan latihan senjata di Pulau Yeonpyeong.

Korsel menyatakan akan menggelar latihan tersebut pada Selasa mendatang - kepastian waktu tergantung pada kondisi cuaca.

Sabtu lalu, Menteri Luar Negeri Korea Utara mengatakan Korsel akan menghadapi 'malapetaka' jika latihan itu digelar.

Pyongyang juga mengancam akan melakukan tindakan balasan, jika Korea Selatan tetap menggelar latihan militer di pulau dekat perbatasan laut yang 'diperebutkan'.

Bulan lalu, Korea Utara menyerang Pulau Yeonpyeong dalam latihan militer dan menyebabkan empat orang tewas.

Serangan itu menyebabkan suhu politik di kawasan Semenanjung Korea memanas.

Selain Rusia, Cina juga menyatakan kekhawatirannya atas kondisi di wilayah tersebut yang kian memanas.