Korsel bebaskan nelayan Cina

Kapal ikan Cina hadang penjaga pantai Korsel 21/12/10
Keterangan gambar, Penangkapan ikan secara ilegal sering terjadi di perairan Korsel

Pemerintah Korea Selatan membebaskan tiga nelayan Cina yang ditahan bulan ini setelah kapal mereka tenggelam setelah tabrakan dengan kapal penjaga pantai Korsel di Laut Kuning.

Petugas Korea Selatan menyerahkan ketiga nelayan itu kepada diplomat Cina di bandar udara internasional Incheon.

Kapten kapal ikan yang tewas dalam tabrakan itu dianggap bertanggung jawab karena melanggar perbatasan teritorial.

Tiga nelayan Cina itu ditahan karena melawan saat petugas Korsel berupaya menggeledah kapal ikan tersebut.

Empat personil angkatan laut Korea Selatan terluka karena para nelayan Cina menyerang mereka dengan antara lain menggunakan pipa besi.

Sengketa diplomatik akibat insiden ini muncul setelah Cina menuntut Korea Selatan membayar ganti rugi karena menenggelamkan kapal ikan mereka dan menuntut agar penjaga pantai dihukum.

"Kami memutuskan untuk tidak mengenakan dakwaan kepada para awak ini karena mereka tidak terlibat dalam tindak kejahatan saat itu. Mereka juga bekerjasama dalam penyelidikan kami," kantor berita Yonhap mengutip penjaga pantai yang tidak disebut namanya.

Penangkapan ikan secara ilegal sering terjadi di perairan Korea Selatan.

Penjaga pantai Korea Selatan mengatakan sekitar 50 kapal ikan Cina beoperasi secara ilegal di perairan barat Kosel saat operasi dilakukan tanggal 18 Desember lalu.

Mereka mengatakan 332 kapal Cina ditangkap tahun lalu.

Insiden itu semakin meningkatkan ketegangan antara Seoul dan Beijing.

Kedua negara adalah mitra dagang besar namun terpecah soal masalah program nuklir Korea Utara dan sikap saling bermusuhan.