Diplomat asing kunjungi fasilitas nuklir Iran

Fasilitas nuklir Busher
Keterangan gambar, Kunjungan ke fasilitas nuklir Iran dikritik Barat, Cina dan Rusia

Iran membuka pintu dua fasilitas nuklirnya kepada tujuh diplomat asing hari Sabtu menjelang perundingan mengenai program nuklir Iran.

Para diplomat itu diundang dalam kunjungan dua hari ke instalasi pengolahan air di Arak dan fasilitas pengayaan uranium di Natanz.

Namun perwakilan Uni Eropa dan dua sekutu Iran yaitu Cina dan Rusia tidak mengikuti kunjungan itu.

Iran mengundang beberapa diplomat yang berkedudukan di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) serta Hungaria, presiden Uni Eropa sekarang.

Namun diplomat Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Jerman tidak diundang, kata sumber diplomatik kepada kantor berita AFP.

"Troika Gerakan Nonblok, anggota Grup 77, Liga Arab, Suriah, Venezuela dan Oman berpartisipasi dalam kunjungan ini," kata utusan khusus Iran untuk IAEA Ali Asghar Soltanieh seperti dikutip AFP.

Kantor berita AP menyebutkan duta besar IAEA yang datang berasal dari Mesir, Kuba, Suriah, Aljazair, Venezuela, Oman dan Liga Arab.

Kantor berita Iran, Irna melaporkan mereka sudah bertolak ke arah untuk kunjungan kepada fasilitas yang belum selesai itu.

Menolak

Rusia dan Cina tampaknya menolak untuk berpartisipasi dalam kunjungan itu seperti tampak dari tanggapan kedua negara.

"Wakil Cina di Wina masih berada di tanah airnya sehingga sulit bagi dia untuk datang," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hong Lei hari Kamis.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, undangan Iran itu "perlu mendapat perhatian" namun kunjungan itu tidak dapat menggantikan inspeksi dari IAEA.

Soltanieh mengatakan Moskow dan Beijing "menyambut baik undangan" namun tidak dapat ikut serta dalam kunjungan itu karena "mereka punya kendala waktu".

Uni Eropa menolak undangan itu dengan mengatakan IAEA "adalah pihak yang tepat untuk memeriksa fasilitas nuklir Iran".

Amerika Serikat menyebut kunjungan itu sebagai wisata saja.

Wartawan BBC di Iran James Reynolds mengatakan kunjungan ini tidak akan banyak mengubah pandangan terhadap program nuklir Iran.

Dunia Barat curiga Iran berusaha membuat senjata nuklir namun Teheran mengatakan program nuklirnya untuk tujuan damai.