Gelombang protes baru landa Tunisia

demonstrasi Tunisia
Keterangan gambar, Sebagian demonstran Tunisia menolak partai Ben Ali mengisi kabinet

Demonstrasi kembali melanda jalan-jalan ibukota Tunisia, Tunis, hari Senin (17/1) di tengah upaya pembentukan pemerintahan persatuan nasional.

Polisi mengerahkan meriam air untuk membubarkan ratusan demonstran yang menuntut partai presiden terguling, Zine al-Abidine Ben Ali melepaskan cengkeraman atas kekuasaan.

Tunisia memberlakukan keadaan darurat sejak Ben Ali melarikan diri hari Jumat.

Perdana Menteri Mohammed Ghannouchi mengatakan kesepakatan di antara partai-partai politik akan diumumkan hari Senin.

Suasa kacau

Massa demonstran hari Senin memekikkan yel-yel yang mengecam partai presiden Ben Ali, RCD, seperti dilaporkan wartawan BBC Lyse Doucet di Tunis, ketika menegaskan mereka menghendaki partai berkuasa tidak diberi tempat di jajaran pemerintah baru.

Suara tembakan sesekali menimpahi riuh-rendah suara demonstran yang berpekik dan menyanyikan lagu kebangsaan.

Ghannouchi - yang juga menjabat perdana menteri dalam kabinet Ben Ali - menjanjikan langkah cepat untuk mengisi kekosongan kekuasaan, setelah dia diminta membentuk pemerintah oleh presiden sementara Foued Mebazaa, yang sebelumnya menjabat ketua parlemen.

Sumber-sumber yang dekat dengan perundingan dengan partai-partai oposisi dikutip menyatakan pengisi sebagian kursi kabinet telah disepakati.

Pertempuran pecah Minggu malam antara tentara dan satuan pengawal Ben Ali.

Kendaraan lapis baja berpatroli di jalan-jalan ibukota dan kota-kota lain dalam upaya memulihkan ketertiban pascakerusuhan massal dan larinya Ben Ali ke Arab Saudi akhir pekan.