Mantan presiden Haiti tersangka korupsi

Kejaksaan menyatakan Jean-Claude Duvalier yang juga dikenal dengan sebutan Baby Doc melakukan korupsi saat berkuasa di tahun 1971 hingga 1986.
Selain korupsi dia juga dituduh dalam kasus pencurian, penggelapan dana jutaan dolar dan tindakan kriminal lainnya termasuk dugaan penyiksaan dan pembunuhan ribuan orang saat berkuasa dulu.
Duvalier sendiri membantah semua tuduhan tersebut. Bagaimanapun selama kepemimpinannya dia dianggap sebagai seorang playboy dan memakai pasukan milisi yang brutal untuk mengontrol negara.
Dia dijadikan tersangka setelah secara mengejutkan kembali ke Haiti setelah hidup dalam pengasingan selama 24 tahun. Kedatangannya ini menurut Duvalier untuk membantu korban gempa besar yang terjadi tahun lalu.
Saat kembali ke Haiti dia tinggal di sebuah hotel di perbukitan dekat ibukota, Port-au-Prince. Dari hotel itulah dia digiring ke Kejaksaan untuk dinterogasi jaksa penuntut terkait dugaan pelanggaran tersebut.
Meski dituduh korupsi tetapi Duvalier tetap diijinkan pulang setelah diperiksa, dan seorang hakim akan memutuskan apakah kasusnya akan diajukan ke persidangan atau tidak.
Duvalier menjadi presiden ketika masih berusia 19 tahun saat mewarisi titel ''presiden seumur hidup'' dari ayahnya, yang juga sama terkenal kejamnya, Francois "Papa Doc" Duvalier, yang memimpin sejak tahun 1957.
Sama seperti ayahnya, dia mengendalikan negara dengan sebuah milisi pribadi yang brutal dan intimidasi dikenal dengan istilah Tontons Macoutes.





























