Pemilu Haiti dimulai di tengah wabah kolera

Masyarakat Haiti mengantri memberi suara mereka
Keterangan gambar, Masyarakat Haiti mengantri memberi suara mereka

Rakyat Haiti mulai memberikan suara mereka dalam pemilihan umum ditengah upaya aparatnya untuk memerangi wabah kolera yang pecah pasca gempa bumi Januari tahun ini.

Sekitar 4,7 juta pemilih berhak memberi suara mereka bagi salah satu dari 18 kandidat presiden, selain juga wakil-wakil di parlemen dan senator.

Media massa melaporkan proses pemberian suara berlangsung lambat.

Pemilu ini adalah pemilu pertama sejak gempa bumi besar menghancurkan banyak tempat di negara itu bulan Januari tahun ini , menewaskan 230.000 orang.

Aksi kekerasan dan kekhawatiran akan ada praktek curang sudah membayangi pemilu ini.

Sekitar 11.000 pasukan penjaga perdamaian PBB membantu menjaga keamanan dan dukungan logistik terhadap proses pemilihan di negara yang masih memiliki infrastruktur sangat buruk dan banyak korban gempa yang masih tinggal di kam-kam pengungsi, terutama di ibukota, Port-au-Prince.

Wartawan BBC Mark Doyle yang melaporkan dari stadion sepak bola nasional yang dijadikan sebagai TPS besar mengatakan, satu jam setelah TPS dibuka hanya segelintir orang yang datang dan begitu juga dengan sebuah TPS besar lain di Port-au-Prince.

Presiden Rene Preval, yang sudah menjabat selama dua masa jabatan dan tidak bisa mencalonkan diri lagi mengatakan, hari Minggu (28/11) ini adalah "hari yang penting bagi masa depan negara ini," dalam pidato yang ditayangkan di televisi hari Sabtu.

Dia meminta para pemilih agar memilih dengan "tertib dan disiplin" agar Haiti bisa melangkah maju.

Pemberian suara dimulai pukul 06.00 waktu setempat (20.00 WIB) dan akan ditutup pukul 16.00 waktu setempat.

Hasil pemilu akan mulai masuk tanggal 5 Desember dan seterusnya, sedangkan hasil akhir akan diumumkan tanggal 20 Desember.