Pengunjuk rasa Palestina serang Menlu Prancis

Pengunjuk rasa Palestina di Gaza
Keterangan gambar, Para pengunjuk rasa marah karena komentar Menlu Prancis.

Iring-iringan kendaraan Menteri Luar Negeri Prancis, Michele Alliot-Marie, diserang oleh para pengunjuk rasa Palestina di Gaza.

Sekelompok pengunjuk rasa -yang sebagian besar adalah kelaurga dari warga Palestina yang ditahan Israel- berupaya untuk menghadang mobil yang dikendarai Alliot-Marie ketika sedang melintasi perbatasan Erez untuk masuk ke Gaza.

Beberapa diantara mereka membawa gambar para tahanan Palestina dan sebuah spanduk yang bertuliskan 'Keluar dari Gaza.'

Pengunjuk rasa lain melempar sepatu ke arah mobil Alliot-Marie.

Belakangan, ketika Menlu Prancis itu meninggalkan rumah sakit, mobilnya dilempari dengan telur.

Para pengunjuk rasa marah karena laporan yang menyebutkan Michele Alliot-Marie mengatakan penahanan tentara Israel, Sersan Gilad Shalit, oleh gerakan militan Hamas sebagai kejahatan perang.

Kunjungan Alliot-Marie ke Gaza ini merupakan yang pertama sejak dia ditunjuk sebagai menteri luar negeri November tahun lalu.

Tanggapan Hamas

Laporan lain menyebutkan dia bertemu dengan ayah dari tentara itu Kamis (20/01) dan menyarankan Sersan Shalit seharusnya mendapat kunjungan dari Palang Merah.

Sersan Shalit yang memiliki dwi kewarganegaraan, Israel dan Prancis, diculik oleh kelompok militan Hamas pada Juni 2006.

Sementara itu juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan komentar Alliot-Marie mencerminkan bias terhadap Israel karena mengabaikan ribuan warga Palestina yang ditahan di Israel.

"Merekalah yang merupakan tahanan perang sebenarnya."

Dalam kunjungannya ke Gaza, Menteri Luar Negeri Prancis, Alliot-Marie, juga menyerukan diakhirinya blokade Israel atas kawasan Palestina, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

"Blokade atas Gaza menjadi benih kemiskinan dan memicu kekerasan. Dalam semangat nilai kebebasan dan martabat yang kami miliki juga, Prancis meminta Israel untuk menghentikannya.