Tentara Islam 'ledakkan' bom di Iskandariyah

bom di alexandria
Keterangan gambar, Ledakan bom menewaskan 21 orang pada 1 Januari lalu

Mesir mengatakan mereka memiliki bukti kuat bahwa satu kelompok militan di Gaza yang memiliki hubungan dengan al-Qaida berada di balik pengeboman gereja di Iskandariyah.

Serangan yang terjadi pada 1 Januari lalu itu menewaskan 21 orang dan dianggap sebagai serangan terbesar terhadap warga Kristen dalam sepuluh tahun terakhir.

Menteri Dalam Negeri Mesir Habib al-Adly mengatakan serangan terhadap gereja tersebut direncanakan dan dilakukan oleh kelompok Tentara Islam.

'Rekrut warga Mesir'

Ia juga mengatakan kelompok ini merekrut orang-orang Mesir dalam merencanakan dan melancarkan serangan ini.

"Namun upaya perekrutan tidak menutup peran yang dilakukan oleh kelompok tersebut dalam melakukan serangan teroris," kata Abdy.

Pengungkapan pelaku serangan disampaikan Abdy dalam acara Hari Polisi pada hari Minggu (23/1) yang dihadiri oleh Presiden Hosni Mubarak, para menteri, dan para pejabat tinggi kepolisian.

Beberapa sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita AP bahwa sejumlah orang telah ditahan dalam kasus pengeboman gereja ini.

Kelompok Tentara Islam diperkirakan berada di balik penculikan tentara Israel, Gilad Schalit, pada 2006.

Para wartawan mengatakan identifikasi pelaku serangan yang dikatakan berasal dari luar negeri makin menguatkan pernyataan pemerintah Mesir bahwa serangan terhadap gereja di Iskandariyah bukan disebabkan oleh konflik sektarian di dalam negeri.