Polisi Tunisia tembakkan gas air mata

tunisia
Keterangan gambar, Unjuk rasa menuntut pembersihan pemerintahan dari sekutu Ben Ali

Polisi Tunisia menembakkan gas air mata ke massa demonstran yang menuntut pembersihan jajaran pemerintah dari semua sekutu bekas Presiden Zine al-Abidine Ben Ali.

Para pengunjuk rasa mengabaikan jam malam dan berkumpul di luar kantor PM Mohammed Ghannouchi - salah seorang yang dituntut mundur.

Ghannouchi turut membantu pemerintahan bersatu setelah Ben Ali melarikan diri keluar negeri 14 Januari lalu.

Tetapi pengunjuk rasa merasa tidak puas dengan para sekutu Ben Ali tetap memegang kekuasaan.

Pihak berwenang mengatakan mereka telah menangkap beberapa anggota keluarga Ben Ali dalam satu minggu belakangan ini, dan sekutu politik termasuk bekas Menteri Dalam Negeri Abdallah Qallal berada dikenai tahanan rumah.

Sementara itu sekolah-sekolah dibuka kembali setelah ditutup awal bulan ini oleh pemerintah Ben Ali guna mencegah unjuk rasa meluas.

Pagar kawat berduri

qallai
Keterangan gambar, Bekas menteri dalam negeri Abdallah Qallai berada dalam tahanan rumah

Para pemimpin serikat buruh sekarang juga menyeru para guru untuk unjuk rasa menentang pemerintah persatuan.

Wartawan BBC Magdi Abdelhadi di Tunis mengatakan banyak murid dan guru yang memilih untuk tidak bersekolah dan memilih bergabung dengan massa demonstran.

Ia mengatakan para pengunjuk rasa kelihatan berusaha habis-habisan untuk menggulingkan pemerintahan sementara.

Ghannouchi, yang berada di dalam lingkar kekuasaan sejak 1999, berjanji akan mundur setelah pemilihan umum yang akan diadakan dalam waktu kira-kira enam bulan.

Tetapi pengunjuk rasa terus mengepung kantornya selama beberapa hari dan menuntut kemundurannya saat ini juga.

Pada Minggu malam, ratusan orang dari kawasan pedesaan, ikut melakukan unjuk rasa di luar kantor tersebut.

Saksi mata mengatakan para pengunjuk rasa melempar batu dan menghancurkan jendela.

Tak lama kemudian mobil-mobil polisi menjadi sasaran dan dibakar. Para pengunjuk rasa juga mencoba menembus garis polisi.

Setelah mencoba membubarkan unjuk rasa dengan gas air mata gagal, polisi kemudian memasang pagar kawat berduri dan barikade di kantor-kantor pemerintah.