Pimpinan Oposisi tiba di Kairo

Sumber gambar, BBC World Service
Pemenang hadiah Nobel yang juga pimpinan oposisi Mesir Mohammad El Baradei tiba di Kairo saat unjuk rasa anti pemerintah terus meluas.
Unjuk rasa kini tak hanya terpusat di Kairo namun sudah mencapai kota-kota lain seperti Suez dan Ismailiya.
Saat tiba di ibukota Mesir itu, mantan kepala Badan energi Nuklir PBB (IAEA) itu mengatakan dia akan bergabung dengan para pengunjuk rasa.
"Saya harap kami tidak perlu turun ke jalan untuk menekan pemerintah berkuasa," ujar Baradei seperti dikutip kantor berita Reuters.
"Jika rakyat menginginkan saya memimpin masa transisi ini, saya tidak akan mengecewakan mereka," tambah Baradei.
Demonstrasi meluas

Unjuk rasa anti pemerintah Mesir nampaknya bertambah besar dan korban tewaspun terus bertambah.
Seorang pengunjuk rasa tewas tertembak di wilayah Sinai, Kamis (27/1) sehingga korban tewas sejauh ini menjadi tujuh orang.
Pemerintah mengatakan bersedia mendengar keluhan rakyat soal meningkatnya pengangguran namun di saat yang sama polisi menangkap 1.000 orang yang terlibat unjuk rasa.
Diperkirakan, Jumat (28/1) jumlah pengunjuk rasa akan terus bertambah dan pada akhir pekan diramalkan jumlah pengunjuk rasa bisa mencapi satu juta orang.
Sementara itu, Presiden Mesir Hosni Mubarak yang sudah 30 tahun memerintah negeri itu belum terlihat di hadapan publik sejak unjuk rasa pecah, Selasa (25/1) lalu.
Pemerintah Mesir sangat tidak mentolerir oposisi dan aksi unjuk rasa yang dianggap melanggar hukum.
Bahkan pemerintah Mesir dikabarkan telah memblokir akses situs jejaring sosial Facebook dan Twitter yang digunakan untuk menggalang massa pengunjuk rasa.





























