Tekanan rakyat di Mesir semakin keras

El-Baradei

Sumber gambar, egypt

Keterangan gambar, Mantan ketua badan pengawas nuklir IAEA, Mohamed El-Baradei, merupakan salah satu tokoh oposisi.
Waktu membaca: 1 menit

Puluhan ribu orang berkumpul lagi di pusat kota Kairo pada hari ke-7 aksi protes dan mereka mengimbau agar dilancarkan mogok umum.

Para demonstran juga berjanji akan menghadirkan satu juta massa dalam aksi unjuk rasa Selasa, besok.

Sementara itu, polisi diperintahkan turun kembali ke jalan-jalan, ke posisi yang mereka tinggalkan hari Jumat tetapi tidak jelas apakah mereka kembali ke Kairo pusat.

Para pengunjuk rasa menghendaki Presiden Mubarak meletakkan jabatan setelah 30 tahun berkuasa.

Dia menjanjikan reformasi politik dan sudah mengumumkan kabinet barunya.

Pengumuman TV negara menyebutkan bahwa Menteri Dalam Negeri, Habib al-Adly -yang menurut para wartawan sangat dibenci oleh pengunjuk rasa- sudah diganti.

Presiden juga memerintahkan perdana menteri yang baru, Ahmed Shafiq, untuk melakukan reformasi demokrasi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Mesir jadi negatif

Para wartawan mengatakan semua isyarat menunjukkan bawha perubahan yang diinginkan pengunjuk rasa adalah penyingkiran Mubarak dari kursi presiden.

Sementara itu, Moody Investor Services menurunkan peringkat surat berharga Mesir dan mengubah perkiraan dari stabil ke negatif, menyusul langkah oleh Fitch Ratings pekan lalu.

Kedua lembaga tersebut menyebutkan krisis politik sebagai alasan.

Di tengah keinginan untuk melancarkan protes lebih lanjut, kini mencuat perbedaan pandangan di kalangan oposisi.

Kelompok terbesar di kubu oposisi, yaitu Ikhwanul Muslimin, kembali memberikan restu kepada Mohamed El-Baradei sebagai perunding dengan Mubarak walau ada kelompok oposisi lain yang tidak setuju.

Para wartawan mengatakan pada hari ke-7 aksi demonstrasi hari ini, setidaknya 50.000 orang memadati Lapangan Merdeka (Maidan at-Tahrir) di pusat kota Kairo.