Bentrok pecah di ibukota Mesir

Bentrok di Kairo

Kawan penunggang kuda dan unta menyerang massa anti-Mubarak

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Kawan penunggang kuda dan unta menyerang massa anti-Mubarak

Bentrokan pecah di lapangan utama kota Kairo antar massa pendukung dan penentang Presiden Mubarak.

Massa demonstran dari kedua kubu terlibat dalam bentrok dengan lemparan batu dan botol, dan pukulan tongkat kayu dan tangan kosong.

Ribuan orang pro-Mubarak merangsek ke Lapangan Tahrir, dan kemudian membongkar barikade yang didirikan oleh demonstran oposisi.

Kawanan pria yang menunggang kuda dan unta menyerbu ke Lapangan Tahrir di pusat Kairo bersama massa pro-Mubarak.

Bentrokan meluber ke jalan-jalan di sekitar lapangan.

Beberapa orang dilaporkan terluka.

Parlemen dibekukan

Massa dua kubu bentrok di Lapangan Tahrir

Sumber gambar, ap

Keterangan gambar, Massa dua kubu bentrok fisik di Lapangan Tahrir, Kairo

Presiden Mubarak Selasa malam menyatakan tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan mendatang.

Sekitar 2.000 orang demonstran anti-Mubarak bermalam di Lapangan Tahrir, fokus utama unjuk rasa anti-pemerintah. Mereka menyatakan janji presiden dalam pidatonya tidak cukup dan meneriakkan yel-yel: ''Kami tidak akan pergi!"

Aparat militer, yang sebelumnya telah menyeru demonstran agar pulang, tidak menunjukkan tanda-tanda turun tangan.

Tentara dituding kubu anti-Mubarak membiarkan massa pro-Mubarak merangsek masuk ke Lapangan Tahrir.

Bentrokan dilaporkan juga pecah di kota kedua Mesir, Iskandariyah.

Dalam perkembangan terpisah, kantor berita resmi Mesir melaporkan parlemen dibekukan sementara hingga hasil pemilihan yang berlangsung menjelang akhir tahun lalu direvisi.

Sebagian demonstran penentang Presiden Mubarak menuntut parlemen dibubarkan, sebab anggotanya terpilih secara tidak syah.

Televisi pemerintah Mesir juga melaporkan ketua parlemen menghendaki reformasi konstitusional yang dijanjikan oleh Presiden Mubarak dirampungkan dalam waktu kurang dari 2,5 bulan.

Semakin keras

Wartawan BBC Jeremy Bowen, yang berada di Lapangan Tahrir, mengatakan bentrok semakin keras dan dia menyaksikan beberapa orang yang menderita luka parah.

Demonstran anti-Mubarak menuding tentara bergeser dari posisi mereka semula untuk memungkinkan orang-orang pro-pemerintah.

Massa demonstran mulai surut setelah bentrokan pecah.

Ketika hari mulai gelap, gambar-gambar televisi memperlihatkan orang melemparkan batu dan bom molotov dari atap bangunan ke arah demonstran di bawahnya.

Analisis: Israel khawatir

Netanyahu, Mubarak

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Mubarak adalah sahabat Israel dari kalangan dunia Arab

Israel mengamati dengan khawatir perkembangan protes anti pemerintah Mesir -salah satu negara sahabat di dunia Arab.

"Hari Penentuan" bagi Presiden Husni Mubarak adalah judul berita utama koran berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth di Israel.

Dampak <link type="page"><caption> perubahan rezim di Mesir </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/02/110201_cairoclashes.shtml" platform="highweb"/></link>akan sangat besar bagi Israel.

"Kami sangat prihatin. Kami mengamati dengan penuh kekhawatiran," ujar Dan Gillerman, mantan dutabesar Israel untuk PBB.

"Ini adalah wilayah yang sangat keras," ujarnya.

"Kami menghadapi Hezbollah di Lebanon, Hamas di Gaza dan kemungkinan organisasi Islamis yang fundamentalis dan otokratis berkuasa di Mesir bukan satu hal yang bisa kami biarkan."

Gillerman merujuk pada gerakan Islamis Mesir, Ikhwanul Muslimin.

Banyak pengamat tidak sepakat dengan gambarannya bahwa kelompok ini konservatif, tetapi sebagai organisasi Islam yang lebih moderat.

Namun Israel tetap menganggapnya sebagai ancaman.

'Perdamaian semu'

Sejauh ini Ikhwanul Muslimin belum memainkan peran penting dalam kebangkitan di Mesir.

Namun Israel takut jika ada pemilu baru, partai ini akan berhasil dan bahkan memenangkan pemilu.

Israel sangat bangga dengan sistem demokrasi di negaranya. Namun negara ini mungkin tidak terlalu ingin bersemangat dengan <link type="page"><caption> bentuk demokrasi yang bisa terjadi di negara-negara sekitarnya</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/01/110131_mesir_jikamubarakpergi.shtml" platform="highweb"/></link>.

Yang diinginkan Israel adalah stabilitas di kawasan dan <link type="page"><caption> Presiden Mubarak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/02/110201_mobarak.shtml" platform="highweb"/></link> berhasil menciptakannya.

Selama tiga dekade, Presiden Mubarak bak sahabat terdekat dari Dunia Arab.

Mesir merupakan negara Arab pertama yang menandatangani traktat perdamaian dengan Israel tahun 1979. Presiden AS Jimmy Carter mempertemukan pemimpin Mesir Anwar Sadan dan pemimpin Israel Menachem Begin untuk menandatangani kesepakatan bersejarah itu.

Traktat ini tetap bertahan. Namun terkadang disebut sebagai "perdamaian semu" karena tidak begitu disenani oleh rakyat Mesir.

Dan memang, tahun 1981 Presiden Anwar Sadat dibunuh oleh kaum ekstrimis Islam yang menentang traktat itu. Penggantinya adalah Presiden Mubarak.

Selama tiga dekade, Israel tidak pernah khawatir dengan negara tetangga di selatan yang kuat itu. Namun sekarang situasinya berubah.

"Israel sangat khawatir dengan langkah yang harus dilakukan untuk menahan Ikhwanul Muslimin di perbatasan," ujar Gill Hoffman, editor politik koran Jerusalem Post.

"Selama 30 tahun terakhir militer Israel tidak mengalokasikan anggaran untuk mengatasi ancaman strategis dari Mesir."

Sudah pasti

Israel berbagi perbatasan yang panjang dengan Mesir dan kedua negara memiliki akses langsung ke Jalur Gaza.

Omar Suleiman

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Israel berharap Omar Suleiman bisa diterima rakyat Mesir

Blokade ini bertujuan melemahkan gerakan Islamis Hamas yang menguasai Gaza.

Hamas merupakan sempalan kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir.

Israel khawatir jika ada perubahan rezim di Mesir, perbatasan dengan Gaza akan tidak aman.

Presiden Mubarak masih terus bertahan, namun Zvi Mazel, mantan dutabesar Israel untuk Mesir yang mengenal pimpinan Mesir ini, mengatakan nasibnya sudah pasti.

"Dia sudah tamat. Sudah berakhir. Bahkan jika dia bertahan lebih lama, dia sudah kehilangan pengaruh dan otoritas. Dia seharusnya mundur lima atau enam tahun lalu."

Mazel yakin opsi terbaik bagi Israel adalah Omar Suleiman, mantan kepala dinas intelijen Mesir yang baru <link type="page"><caption> ditunjuk sebagai wakil presiden</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/01/110129_mesir_wakilpresiden.shtml" platform="highweb"/></link>.

Israel sangat mengenal Suleiman. Dia memainkan peran penting dalam perundingan damai Timur Tengah dengan Palestina selama bertahun-tahun.

Pertanyaannya adalah apakah rakyat Mesir bisa menerima dia.

Untuk saat ini, perhatian Israel ditujukan ke arah selatan dengan penuh ketegangan. Namun ada juga kekhawatiran perubahan rezim di Mesir bisa membuat seluruh wilayah tidak stabil.

Negara-negara Arab lain bisa mengalami nasib yang sama. Yordania adalah salah satu lokasi kebangkitan rakyat berikut.

Rakyat negara itu sudah mulai berdemonstrasi menentang kekuasaan Raja Abdullah.

Yordania memiliki hubungan yang relatif baik denga Israel. Kedua negara menandatangani traktat perdamaian tahun 1994. Namun Israel bisa dikelilingi oleh wilayah yang penuh ketidakpastian.