AS desak masa transisi di Mesir

Sumber gambar, AFP
Presiden AS Barack Obama mengatakan masa transisi politik di Mesir harus dilakukan sekarang dan akan membawa sistem pemilihan umum yang bebas dan adil.
Pernyataannya ini keluar setelah Presiden Mesir Hosni Mubarak mengumumkan kalau dia akan mundur setelah pemilu berlangsung September nanti.
Sebelumnya, AS juga meminta kepada Mubarak untuk tidak ikut dalam pemiliu atau memajukan anak lelakinya Gamal Mubarak sebagai penggantinya.
Pesan pemerintahan Obama yang dibawa ke Kairo oleh mantan Duta Besar AS untuk Mesir Frank Wisner ini bisa menjadi tanda kalau Amerika Serikat menginginkan agar Mubarak mundur.
''Saya lahir tahun 1982 jadi sepanjang hidup saya berada di bawah kekuasaan Mubarak. Saya lelah dengan undang-undang keadaan darurat, saya lelah dengan gaji yang kecil, saya lelah dengan semuanya. Bagaimana mungkin kita hidup di sebuah negara yang internetnya diputus ? .''

Sumber gambar, Getty
''Akan ada kekacauan setelah dia turun, tetapi masyarakat harus bersiap untuk ini. Ini adalah revolusi.''
''Ini tidak akan terjadi. Kami tidak akan kembali ke kehidupan sehari-hari. Kami tidak menginginkan itu,''
''Mubarak bukan hanya seorang lelaki, tetapi dia juga simbol yang harus kita singkirkan.''
Sedangkan Amna El-Tawill seorang bloger menyebutkan kalau dia sudah memperkirakan Mubarak akan menyampaikan pernyataan tersebut saat tampil di televisi.
''Saya bisa saja senang dengan kata-katanya. Tetapi setiap melihatnya di televisi saya menjadi marah. Dia tidak mendengarkan apa yang kami inginkan, dia tidak mendengar atau memahami kami.''
''Dia harus turun secepatnya. Saya khawatir situasi akan berubah semakin berdarah-darah jika dia tetap bertahan''.
Seorang warga lainnya mengatakan tidak percaya dengan ucapan Mubarak ''Dia mengatakan dia akan mundur saat pemilu nanti, tetapi apakah benar seperti itu ?.''





























