Mubarak mundur setelah pemilu

Sumber gambar, BBC World Service
Presiden Mesir Hosni Mubarak mengatakan tidak akan ikut pemilu yang akan diselenggarakan bulan September mendatang.
Dia mengatakan: "Dengan setulus hati, tanpa pengaruh dari situasi sekarang, saya memang tidak pernah berniat mencalonkan diri kembali untuk menjadi presiden."
Dalam pidato di televisi milik pemerintah yang tampaknya bertujuan mengatasi aksi demonstrasi massal menuntut pengunduran dirinya presiden Mubarak mengatakan dia akan menghabiskan masa jabatannya agar terjadi penyerahan kekuasaan secara damai.
"Saya menyelesaikan masa jabatan saya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar terjadi penyerahan kekuasaan secara damai." ujarnya dengan menjanjikan perubahan Undang-Undang Dasar yang akan membatasi masa jabatan presiden.
Warga Mesir sangat sabar, ujarnya, dan bisa menunggu beberapa bulan sebelum dia mundur.
Pengumuman ini dikeluarkan ketika puluhan ribu warga turun berdemonstrasi di pusat kota Kairo untuk menuntut dia segera turun dari jabatan presiden.
Ini adalah aksi demonstrasi terbesar sejak aksi protes dimulai munggu lalu.
Warga yang berkumpul di Lapangan Tahrir, Kairo, bersorak gembira setelah mendengar pidato presiden itu.
Presiden Mubarak juga mengkritik aksi protes dengan mengatakan aksi yang dimulai secara damai berubah menjadi peristiwa penuh kekerasan dengan kendali pihak-pihak tertentu.
Dia mengatakan telah menawarkan diri untuk bertemu dengan semua partai politik namun ada kekuatan politik tertentu yang menolak dialog.





























