Jenderal Filipina tewas setelah dituduh korupsi

Seorang mantan panglima angkatan bersenjata Filipina yang diduga terlibat skandal korupsi besar ditemukan tewas akibat tembakan tunggal di dadanya.
Media setempat menyebut Jenderal Angelo Reyes bunuh diri didepan makam ibunya dengan menembak dadanya.
Dalam sebuah acara dengar pendapat di Senat Filipina bulan ini, Jenderal Reyes disangka menilap sejumlah besar anggaran militer Filipina selama masa jabatannya selaku panglima angkatan bersenjata.
Reyes juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet dari tahun 2001 hingga 2003.
"Dia tewas saat sampai (di rumah sakit). Upaya menolongnya gagal... Dan hingga sekarang temuan kami (tentang sebab kematian) cuma satu luka tembak di dada," kata Menteri Kesehatan Filipina Enrique Ona kepada wartawan, seperti dikutip kantor berita AFP.
Sementara dugaan bunuh diri dikuatkan oleh kepala Polisi distrik selatan Manila, Francisco Manalo.
"Kesimpulan awal kami adalah tembakan bunuh diri," kata Manalo pada AFP.
Korupsi besar
Dalam beberapa pekan ini nama Reyes menjadi berita utama media setelah muncul tudingan dari seorang mantan pejabat anggaran dalam tubuh militer menuding dirinya menggelapkan sejumlah besar uang negara saat menjabat sebagai panglima antara tahun 2000 hingga 2001.
Reyes merupakan panglima angkatan bersenjata dibawah Presiden Joseph Estrada, yang juga dipaksa mundur sebelum masa jabatannya berakhir akibat tuduhan korupsi.
Sementara Reyes menjabat sebagai menteri kabinet dibawah pemerintahan Presiden Gloria Arroyo antara tahun 2001 hingga tahun lalu.
Reyes sudah menjabat berbagai posisi dari menteri pertahanan, lingkungan hidup, energi serta menteri dalam negeri, hingga penasehat presiden dalam upaya memerangi penyelundupan.
Presiden Benigno Aquino yang kini berkuasa beberapa kali menyebut Presiden Arroyo sengaja menempatkan pejabat korup dan membiarkan mereka korupsi dengan bebas selama menjabat. Arroyo membantah tudingan ini.
Seorang petugas pengurus makam di selatan Manila dimana orangtua Reyes dimakamkan mengatakan penembakan terjadi Selasa (08/02) pagi di lokasi makam.
Petugas itu, seperti dikutip AFP dari radio DZBB, mengatakan Reyes mengunjungi makam bersama anak-anak dan pengawalnya.
"Dia minta anak-anaknya dan para pengawal jalan lebih dulu dan menunggu di mobil. Beberapa saat kemudian terdengar suara tembakan, dan dia (ditemukan) sudah terbaring di tanah memegang senjata," kata petugas yang tidak disebutkan namanya itu.
Mantan pejabat anggaran saat Reyes menjabat sebagai panglima, mantan Letnan Kolonel George Rabusa, pekan lalu menyebut jenderal itu mengantongi 50 juta peso (atau sekitar US$1juta) sebagai pesangon dari dana simpanan ilegal saat pensiun tahun 2001.
Reyes juga dituding secara rutin menerima jatah bulanan jutaan peso dana yang tidak diaudit saat menjabat, kata Rabusa saat diperiksa sebuah lembaga Senat yang tengah menyelidiki skandal korupsi militer.





























