Ribuan pemuda tuntut Presiden Yaman mundur

Sumber gambar, Reuters
Ribuan pemuda Yaman berkumpul di Sanaa hari Sabtu (12/2) menyerukan pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh.
Mereka turun ke jalan-jalan di ibu kota Yaman terinspirasi oleh unjuk rasa di Mesir yang menyebabkan Presiden Husni Mubarak mundur.
"Setelah Mubarak kini saatnya Ali," teriak sekitar 4000 pengunjuk rasa yang kebanyakan mahasiswa, seperti dikutip kantor berita AFP.
Para pemrotes itu bergerak menuju Universitas Sanaa dengan yel-yel "pergi, pergi Ali". Sebagian lain berteriak: "rakyat menginginkan rezim sekarang jatuh".
Sejumlah saksi mata mengatakan aksi protes dimulai setelah persaingan antara kelompok mahasiswa yang berusaha memasang poster anti rezim dengan para pendukung Kongres Rakyat yang berkuasa yang mencegah pemasangan poster itu.
Sampai Sabtu tengah hari, seperti dilaporkan AFP, para demonstran sudah mencapai jalan raya Jamal Abdel Nasser sekitar 500 meter dari Lapangan Tahrir di Sanaa yang diduduki para pendukung penguasa.
Demonstrasi tandingan
Sementara itu polisi dengan pentungan memukuli para pengunjuk rasa anti pemerintah yang merayakan mundurnya Mubarak dan menuntut mundurnya Presiden Ali.
Sebagian pengunjuk rasa berusaha mencapai Kedutaan Besar Mesir di Sanaa namun aparat keamanan menghalau mereka.
Kantor berita AP menyebutkan sejumlah bus yang membawa pendukung partai berkuasa dilengkapi dengan tenda, makanan, dan air lebih dulu menduduki lapangan utama agar tidak dikuasai pemrotes anti pemerintah.
Para pendukung pemerintah dengan aparat keamanan ini dilaporkan jumlahnya mencapai 5.000 orang untuk mencegah Lapangan Tahrir -yang namanya sama dengan lapangan tempat unjuk rasa di Kairo- jadi tempat pijakan para pemrotes anti pemerintah.
Saksi mata mengatakan polisi termasuk yang berpakaian sipil menghalau ribuan pengunjuk rasa dari Lapangan Tahrir, Jumat malam.
Para pengunjuk rasa merobek gambar Presien Ali Abdullah Saleh dan meneriakkan slogan agar dia segera meletakkan jabatannya.
Tanggal 3 Februari, puluhan ribu demonstran turun ke jalan-jalan Sanaa menentang Ali Abdullah yang berkuasa sejak 1978.
Presiden Ali sudah berkuasa selama tiga dasa warsa dan berusaha meredakan aksi protes dengan berjanji tidak mencalonkan diri lagi setelah akhir masa jabatannya tahun 2013.
Yaman merupakan salah satu negara Arab termiskin dan menjadi pijakan militan Al Qaida.





























