Bahrain larang demonstrasi antipemerintah

Helikopter militer memantau situasi di ibukota Bahrain, Manama

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Helikopter militer memantau situasi di ibukota Bahrain, Manama

Bahrain melarang demonstrasi dan memerintah militer bertindak tegas setelah demonstran antipemerintah dibubarkan paksa, lapor televisi negara.

Kementerian dalam negeri Bahrain mengumumkan militer akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan.

Tiga orang tewas dan ratusan terluka semalam ketika polisi membubarkan demonstran di sebuah lapangan di ibukota, Manama.

Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk menghalau massa.

Kerusuhan berlangsung di tengah gelombang protes di Timur Tengah dan Afrika Utara.

'Memegang kendali'

Pengumuman di televisi negara juga mengatakan militer telah memegang kendali atas ''bagian-bagian penting'' Manama.

Ibukota negara kecil di kawasan Teluk ini bisa dikatakan ditutup.

Tank, kendaraan patroli militer dan pos pemeriksaan militer terlihat di jalan-jalan utama, sementara helikopter tampak berlalu-lalang di angkasa.

Kawat berduri dibentangkan di ruas-ruas jalan menuju kawasan utama demonstrasi, Lapangan Mutiara, dan kementerian dalam negeri memperingatkan warga agar menjauhi jalan di pusat kota.

Jurubicara kementerian menyatakan: ''Pasukan keamanan menekankan bahwa mereka akan mengambil setiap langkah keras dan langkah penangkal untuk mempertahankan keamanan dan ketertiban umum.''

Ratusan demonstran berkumpul di sebuah rumah sakit tempat korban cedera dirawat.

Bahrain adalah negara yang mayoritas penduduknya warga Syiah.

Penguasa negara itu adalah keluarga kerajaan Sunni.