AS tolak resolusi PBB soal pemukiman

Sumber gambar, none
Presiden Amerika, Barrack Obama menghubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam upayanya mencegah rencana keluarnya resolusi PBB yang akan mengecam pembangunan pemukiman Israel di wilayah tepi barat.
Amerika Serikat yang merupakan sekutu dekat Israel adalah salah satu negara yang menentang rencana PBB mengeluarkan resolusi soal pembangungan pemukiman Israel di wilayah tepi barat.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton mengatakan resolusi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB bukanlah solusi tepat bagi Palestina dan Israel untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Kami secara konsisten selama bertahun-tahun mengatakan bahwa Resolusi DK PBB bukanlah cara yang tepat untuk mencapai tujuan pemecahan persoalan di kawasan tersebut," kata Hillary Clinton.
Sejumlah negara-negara Arab telah menyerukan agar pemungutan suara untuk menentukan keluarnya resolusi PBB dilakukan hari Jumat (18/2) ini.
Melakukan veto
Wartawan BBC yang bertugas di PBB mengatakan AS sepertinya akan memveto keluarnya resolusi itu untuk mencegah kritik PBB terhadap kebijakan sekutunya, Israel.
Amerika berpendapat perdamaian di kawasan itu harus diselesaikan lewat pembicaraan langsung diantara Palestina dan Israel.
Dalam sejumlah kesempatan sebelumny Pemerintah Palestina telah mengatakan bahwa mereka keberatan dengan pembangunan pemukiman di kawasan Tepi Barat dan Jerusalem Timur.
Mereka mengatakan renvanan pembangunan dua kawasan itu merepakan penghalang utama dalam proses pembiacara damai kedua negara.
Resolusi itu sendiri akan menyatakan 'bahwa pembangunan pemukiman itu merupakan sesuatu yang ilegal dan penghalang utama bagi tercapainya penyelesaian yang adil, perdamaian abadi dan komperhensif.'
Seperti dilaporkan oleh Associated Press Juru Bicara Pemerintah Palestina, Nabil Aburdeneh mengatakan pembicaraan antara Abbas dan Obama berlangsung sekitar 50 menit selain berbicara soal proposal soal resolusi di DK PBB, keduanya juga berbicara soal perkembangan situasi di Mesir dan Tunisia.





























