Krisis Bahrain : Raja serukan dialog

Demonstran di Bahrain

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Demonstran wanita di Bahrain menghadiri pemakaman salah satu pengunjuk rasa yang tewas.

Raja Hamad dari Bahrain telah memerintahkan putra mahkotanya memulai dialog untuk menyelesaikan krisis politik di Bahrain.

Menurut sebuah pernyataan istana, putra Mahkota Salman telah mendapat mandat untuk berbicara dengan semua pihak terkait.

Sebelumnya pasukan keamanan Bahrain melepaskan tembakan ke arah para pengunjuk rasa antipemerintah, setidaknya melukai 50 orang.

Amerika Serikat telah menyerukan warga negaranya untuk "menunda perjalanan tidak penting" ke Bahrain.

Presiden Barrack Obama telah menyatakan kekhawatirannya terhadap aksi kekerasan di Bahrain yang juga terjadi di Libya dan Yaman.

Bahrain adalah salah satu sekutu dekat Amerika Serikat di Timur Tengah.

Bahrain diperintah oleh keluarga kerajaan dan elit Muslim Sunni, tetapi mayoritas yang berdemonstrasi adalah orang Syiah.

Banyak diantara pengunjuk rasa itu menyerukan penggulingan keluarga kerajaan.

"Dalam Persimpangan"

Pangeran Salman juga telah muncul di televisi Bahrain untuk menyerukan persatuan nasional.

"Kita dalam persimpangan," ujar Pangeran Salman.

"Banyak kelompok pemuda yang turun ke jalan karena mereka percaya tidak ada masa depan di negara ini, sementara itu banyak juga yang turun ke jalan untuk mengungkapkan cinta dan kesetiannya. Namun negara ini adalah untuk kalian semua, baik kaum Syiah maupun Sunni," ia bekata.

Sebelumnya para demonstran ditembaki setelah mereka bergerak menuju Lapangan Mutiara, yang menjadi pusat pergolakan sekarang ini, dari acara pemakaman para pengunjuk rasa yang terbunuh dalam penumpasan yang dilakukan sebelumnyak

Para saksi mata mengatakan tentara menembak dengan senjata mereka dan juga menyemprotkan gas air mata.

Ulama Syiah paling senior di negara itu, Syeikh Issa Qassem, menggambarkan serangan terhadap para pengunjuk rasa sebagai "pembantaian" dan mengatakan pemerintah telah menutup pintu dialog.