Tentara Bahrain tembaki massa

Sumber gambar, AP
Pasukan keamanan Bahrain melepaskan tembakan ke arah para pengunjuk rasa antipemerintah, kata para saksi mata dan pegiat oposisi.
Para demonstran ditembaki setelah mereka bergerak menuju Lapangan Mutiara, yang menjadi pusat pergolakan sekarang ini, dari acara pemakaman para pengunjuk rasa yang terbunuh dalam penumpasan yang dilakukan sebelumnya.
Para saksi mata mengatakan tentara menembak dengan senjata mereka dan juga menyemprotkan gas air mata, dan para petugas rumah sakit mengatakan setidaknya 20 orang luka-luka.
Banyak diantara pengunjuk rasa itu menyerukan penggulingan keluarga kerajaan.
Putra mahkota Bahrain hari Jumat berjanji akan memulai dilaog nasional begitu sutuasi tenang, kata laporan kantor berita AFP.
Sholat emosional
Para saksi mata mengatakan kepada kantor berita AP bahwa tentara menembak dengan senjata antipesawat di atas kepala para pengunjuk rasa, selain juga gas air mata.
Politisi oposisi Jala Firooz mengatakan kepada Reuters bahwa para demonstran bergerak ke Lapangan Mutiara yang sudah ditutup oleh tentara sejak Kamis.
Dia mengatakan tentara menembaki mereka dan menambahkan, "Banyak korban, sebagian dalam kondisi kritis."
Para petugas rumah sakit mengatakan kepada AP, paling tidak 20 orang luka-luka tetapi laporan-laporan lain menyebutkan jumlah korban jauh lebih tinggi lagi.
Bahrain diperintah oleh keluarga kerajaan dan elit Muslim Sunni, tetapi mayoritas yang berdemonstrasi adalah orang Syiah.
Sebelumnya, ulama Syiah paling senior di negara itu, Syeikh Issa Qassem, menggambarkan serangan terhadap para pengunjuk rasa sebagai "pembantaian" dan mengatakan pemerintah telah menutup pintu dialog.





























