Selandia Baru kenang korban gempa

Sumber gambar, BBC World Service
Berbagai gereja di Selandia Baru menggelar misa guna mengenang korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 6,3 pada skala Richter, Selasa (22/2).
Di Christchurch, kota yang diguncang gempa, para warga mengikuti misa di halaman gereja dan di tempat-tempat terbuka karena bangunan gereja rusak atau mengalami keretakan.
Sejauh ini jumlah korban mencapai 147 orang dan sekitar 50 orang masih dinyatakan hilang.
Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengatakan Selandia Baru akan mengheningkan cipta selama dua menit pada jam 12.51 waktu setempat, Selasa (1/3).
Menurutnya, bencana ini "mungkin merupakan peristiwa paling tragis di Selandia Baru", lebih tragis dari gempa Napier tahun 1931 yang menewaskan 256 orang.
"Wajar para warga mengkhawatirkan kemungkinan terburuk tetapi masih ada setitik harapan," kata John Key ketika menemui keluarga para korban.
Identifikasi
Namun tak seorang pun ditemukan dalam keadaan hidup sejak Rabu dan tim SAR yang bekerja hingga hari kelima ini hanya menemukan mayat-mayat.
Sanak saudara korban yang masih hilang meminta pihak berwenang mempercepat proses identifikasi jenazah tetapi para pejabat meminta warga bersabar.
"Kami melakukan proses identifikasi secepat mungkin supaya jenazah bisa diserahkan kepada keluarga," kata juru bicara kepolisian, Dave Cliff.
Sementara itu, tim inspeksi bangunan mengatakan sepertiga gedung di Christchurch pusat harus dirobohkan dan ratusan rumah di pinggiran kota mungkin juga harus dirobohkan karena mengalami kerusakan.
Tim SAR dari 10 negara antara lain Inggris, Jepang dan Amerika Serikat terus melakukan pencarian di reruntuhan bangunan.





























