Seluruh wartawan di Cina 'harus bekerja sama'

Kementrial Luar Negeri Cina menghimbau wartawan untuk "bekerja sama" dengan polisi setelah sejumlah wartawan ditangkap saat meliput penggerebekan terhadap himbauan agar ada protes anti pemerintah.
Pekerja dari sejumlah organisasi berita internasional ditahan di Beijing setelah berkumpul di lokasi yang diusulkan menjadi tempat protes.
Ide protes ini terinspirasi oleh peristiwa yang terjadi di Timur Tengah.
Seorang wartawan harus menjalani perawatan medis bagi luka yang dideritanya.
Juru bicara Kementrian Luar Negeri mengatakan para wartawan ditahan karena melanggar pembatasan pembuatan laporan.
Namun dia menolak merujuk peraturan yang telah dilanggar itu, namun menyebut bahwa para wartawan menghalangi lalu lintas.
Sejumlah besar wartawan asing berkumpul di satu pusat perdagangan Beijing pada hari Minggu (27/02) untuk meliput himbauan agar diadakan aksi protes di lokasi itu yang disebarkan lewat internet.
Namun demonstrasi itu tidak terjadi.
Akan tetapi pihak aparat melancarkan operasi keamanan besar-besaran dengan ratusan polisi dan petugas berpakaian sipil memenuhi jalan-jalan di lokasi.
Sebagian dari pihak aparat kemudian menjadi agresif dengan mendorong wartawan asing dan sempat menahan beberapa dari mereka.
Sejumlah internet yang berbasis di luar negeri mengajak aksi protes anti pemerintah di Cina namun tidak ada indikasi himbauan itu mendapat dukungan luas.
Akan tetapi pihak berwenang Cina khawatir peristiwa di Timur Tengah akan mendorong pergolakan sosial di Cina.
Pihak berwenang pun mensensor pencarian topik ini di internet dan menahan sejumlah pembangkang terkenal.





























