Korsel tawarkan perundingan dengan Korut

Sumber gambar, AFP
Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak mengeluarkan satu tawaran baru untuk berunding dengan Korea Utara.
Dalam pidato di televisi Lee Myung-bak mengatakan kedua negara Korea jangan sampai mengulangi "sejarah kelam" dan mendesak Korea Utara menghentikan program nuklirnya.
Pernyataaan itu dikemukakan ketika Korea Selatan dan tentara Amerika melakukan latihan militer, yang dianggap Pyongyang bisa berakhir dengan "perang nuklir" di semenanjung Korea.
Hubungan antara kedua negara memburuk sejak Korea Utara membom satu pulau milik Korea Selatan pada bulan November yang memakan korban empat orang tewas.
Serangan itu terjadi beberapa bulan setelah 46 pelaut Korea Selatan tewas ketika kapal perang negara itu tenggelam. Satu penyelidikan internasional menuduh Korea Utara melakukan serangan torpedo, namun Korea Utara membantah terlibat.
Sementara itu perundingan militer yang bertujuan mengendorkan ketegangan antara kedua negara juga terhenti bulan lalu.
Satu bangsa
Dalam pidato yang sangat berlawanan dengan pidato sebelumnya, Lee Myung-bak tidak mempergunakan retorika keras terhadap Korea Utara.
Dia berpidato dalam upacara memperingati kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang tahun 1919.
"Bangsa Korea tidak bisa lagi tertahan oleh gelombang waktu, dan mengulangi sejarah kelam jaman dahulu," ujar Lee, mengacu pada perang Korea tahun 1950-1953 dan periode kekerasan yang terjadi setelah itu.

"Ini adalah waktu yang tepat untuk membuka masa depan baru di semenanjung Korea."
Lee mengatakan tidak ada alasan bagi Korea Selatan untuk tidak membantu negara tetangganya yang miskin itu.
"Korea Utara harus mengambil satu langkah maju bagi dialog dan kerja sama yang serius, serta menahan diri dalam pengembangan senjata dan rudal nuklir," tambahnya, sambil mengulang himbauan agar Korea Utara mengambil "langkah-langkah yang bertanggungjawab".
Latihan militer 11 hari antara Korea Utara dan Amerika Serikat membuat marah Pyongyang.
Sementara presiden Korea berpidato, media pemerintah Korea Utara menyebut latihan itu merupakan rencana berbahaya untuk menyerang Korea Utara.
"Kemungkinan dialog dan perdamaian di semenanjung Korea sudah pupus, dan bahaya akan pecah perang semakin meningkat," ujar koran pemerintah Rodong Sinmun.
"Jika perang pecah di semenanjung, akan terjadi kehancuran akibat nuklir."
Hanya beberapa jam sebelum latihan militer dimulai hari Senin (28/02), koran yang sama memperingatkan bahwa "bahaya perang nuklir di semenanjung Korea semakin tinggi".
Sebelumnya Pyongyang memperingatkan akan mengubah Seoul menjadi "lautan api" jika diprovokasi. Komando bersama Korea Selatan dan Amerika menegaskan latihan itu hanya untuk kepentingan pertahanan.
Saat ini Amerika Serikat menempatkan 30.000 tentara di Korea Selatan.





























