Pertempuran sengit di Libia

Pertempuran di Ras Lanuf

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Pertempuran sengit dilaporkan terjadi di sejumlah kota penting termasuk di Pelabuhan Ras Lanuf

Pertempuran sengit pecah di kota Zawiya, Libia setelah pasukan yang setia kepada Kolonel Gaddafi melancarkan serangan untuk merebut kembali kota itu, Jumat (4/3), lapor media.

Dalam pertempuran itu dilaporkan banyak korban jatuh dan menurut seorang saksi mata, yang dikutip kantor berita Reuters, sebanyak 50 orang tewas.

Saksi mata kedua menceritakan dia telah melihat banyak jenazah dan korban luka di rumah sakit.

"Kami menghitung jumlah warga sipil yang tewas sebanyak," katanya. "Rumah sakitnya penuh. Tidak ada ruang lagi untuk menampung korban," tambahnya.

Sejumlah laporan dari Zawiya menyebutkan bahwa komandan pemberontak paling senior di kota itu turut tewas.

Seorang penduduk setempat mengatakan kepada Televisi BBC Bahasa Arab bahwa banyak orang tewas dalam demonstrasi yang kemudian diserang.

Pemberontak maju

Televisi pemerintah Libia melaporkan kota Zawiya telah dikuasai lagi oleh pasukan pro-Gaddafi, meski kemudian disebutkan masih ada "kantong-kantong perlawanan".

Pertempuran dilaporkan juga terjadi di pelabuhan minyak Ras Lanuf dan terdengar suara tembakan beruntun serta artileri berat.

Laporan-laporan dari Ras Lanuf menyebutkan para pemberontak maju ke kota. Pasukan propemimpin Libia, Muammar Gaddafi menarik diri ke Ras Lanuf dua hari lalu setelah terjadi pertempuran.

Kelompok oposisi kemudian mengaku telah menguasai Bandara di Ras Lanuf, tetapi tidak ada konfirmasi independen mengenai klaim pemberontak ini.

Di tempat terpisah, pesawat tempur pemerintah juga mengebom pangkalan militer yang direbut pemberontak di dekat kota Ajdabiya, sedangkan di ibukota Libia, Tripoli, pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran.