Mantan menteri Mesir bantah korupsi

Habib el-Adly pernah menempati posisi penting di kabinet Husni Mubarak

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Habib el-Adly pernah menempati posisi penting di kabinet Husni Mubarak

Seorang mantan menteri Mesir yang ditakuti ketika masih menjabat, Habib el-Adly, menolak dakwaan korupsi di awal sidang pengadilan terhadap dirinya.

''Itu tidak terjadi,'' kata el-Adly ketika menanggapi tuduhan pemutihan uang dan menguasai dana publik yang bertentangan dengan hukum.

Dia ditahan pertengahan bulan Februari, setelah Presiden Mesir Husni Mubarak mengundurkan diri setelah beberapa pekan menghadapi gelombang demonstrasi rakyat.

Sidang pengadilan mantan pejabat tinggi Mesir itu akan dilanjutkan pada 2 April setelah tim pembela terdakwa memohon tambahan waktu untuk mempelajari isi berkas dakwaan.

Adly duduk di kursi terdakwa dengan mengenakan baju putih seragam tahanan.

Dia menyampaikan jawaban di ruang sidang dengan suara tenang, lapor wartawan kantor berita AFP.

Demonstrasi

Pengadilan mantan petinggi Mesir itu berlangsung di pengadilan pidana di kawasan Tagammu Khames di pinggiran Kairo.

Pengamanan ketat terlihat di sekeliling gedung pengadilan, termasuk dengan pengerahan beberapa tank di pintu masuk.

Puluhan warga berkumpul di luar gedung untuk menuntut terdakwa dijatuhi hukuman mati.

''Warga menghendaki eksekusi si pembunuh,'' teriak sekelompok demonstran.

Beberapa orang lain memampangkan spanduk yang menggambarkan sang mantan menteri dengan tali hukuman gantung melilit di lehernya.

Adly ditahan bersama sejumlah mantan menteri lain dan beberapa sekutu terkemuka Husni Mubarak ketika berkuasa.

Mereka ditahan berkaitan dengan pengusutan tuduhan korupsi.

Adly juga dituduh memerintahkan penembakan terhadap massa demonstran di Lapangan Tahrir di Kairo, pusat protes untuk melengserkan rezim Mubarak.