AS dan Inggris mempertimbangkan tanggapan militer

Sumber gambar, Reuters (audio)
Presiden Barack Obama mengatakan Amerika Serikat dan sekutunya NATO masih mempertimbangkan tanggapan militer atas situasi di Libia, sementara warga di sana -menurut Obama, mengahadapi kekerasan yang tidak bisa diterima.
NATO saat ini -menurut Sekjen Anders Figh Rasmussen- sedang terlibat dalam perencanaan yang hati-hati namun menegaskan bahwa tindakan apapun membutuhkan resolusi PBB.
Sementara itu Inggris mengukuhkan sedang bekerja dengan mitra di Dewan Keamanan PBB mengenai resolusi kawasan larangan terbang, walau Menteri Luar Negeri William Hague menengaskan larangan terbang itu membutuhkan dukungan kawasan dan landasan hukum.
Namun Rusia menolak intervensi militer.
Sementara itu di medan perang, pertarungan terus berlangsung antara kelompok pemberontak dengan pasukan pendukung Muammar Gaddafi yang ingin merebut kembali posisi mereka di pangkalan minyak Ras Lanuf.

Sumber gambar, BBC World Service
Wartawan BBC John Simpson melaporkan Kelompok pemberontak sempat mundur dan banyak yang meninggalkan kaasan Ras Lanuf.
Untuk sementara tampaknya serangan cepat dari para pendukung Gaddafi akan bisa membersihkan kawasan Ras Lanuf dari para pemberontak namun tidak ada tanda-tanda pergerakan dari pasukan Gaddafi.
Sebaliknya justru pesawat pembom Rusia milik angkatan udara Gaddafi yang mendapat serangan bom dari persimpangan tempat pemberontak menyiapkan senjatanya.
Serangan mereka memang tidak mengenai sasaran namun setelah itu banyak para pemberontak yang kembali memasuki kota.
Dan bantuan penguatan mulai berdatangan dari Benghazi serta kota-kota di Timur lainnya sehingga bahaya tampaknya sudah lewat.
Namun pesawat pendukung Gaddafi menjatuhkan bom di ujung jalan sebagai upaya untuk menghentikan aliran bantuan.
Salah satu bom menghancurkan sebuah mobil yang membawa pengungsi, yaitu sepasang suami istri dengan dua anak kecil. Mereka semua tewas.





























