Perang saudara Libia terus berkecamuk

Pemberontak Libia sejauh ini masih mampu menahan laju pasukan pro Gaddafi.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pemberontak Libia sejauh ini masih mampu menahan laju pasukan pro Gaddafi.

Pemberontak Libia terus berusaha menahan serangan balik pasukan pendukung Moammar Gaddafi.

Kelompok pemberontak mengatakan melalui pertempuran sengit mereka berhasil menahan laju serangan pasukan pemerintah di kota Zawiya sebelah barat ibukota Tripoli.

Sementara itu, di kawasan timur pasukan pro Gaddafi masih berupaya menembus kota Misrata menggunakan tank dan artileri.

Sejumlah saksi mata menggambarkan pertempuran yang terjadi sepanjang hari Minggu (6/3) itu membuat kondisi kota Misrata sangat mencekam.

Seorang dokter setempat kepada BBC mengatakan pasukan pemerintah dengan tank dan persenjataan beratnya menembaki warga meskipun sebagian besar dari mereka tidak bersenjata.

Saksi mata lain kepada Reuters mengaku melihat 18 orang tewas saat pasukan pro Gaddafi mencoba menerobos pertahanan kota Misrata.

Pertempuran sengit itu berakhir dengan mundurnya pasukan Gaddafi. Seorang saksi mata mengatakan pemberontak berhasil menghancurkan satu tank pro Gaddafi dan menewaskan 16 prajurit pemerintah.

Kota Misrata yang berpenduduk 300.000 orang merupakan kota terbesar yang dikuasai pemberontak di luar kawasan timur Libia yang berpusat di kota Benghazi.

Pemberontak mundur

Sebagian besar kota di luar Tripoli masih berada di bawah kekuasaan pemberontak.

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Sebagian besar kota di luar Tripoli masih berada di bawah kekuasaan pemberontak.

Pasukan pemerintah dengan bantuan helikopter-helikopter tempur menyerang kota minyak Ras Lanuf yang dikuasai pemberontak Sabtu (5/2).

Serangan gencar pasukan pemerintah akhirnya membuat pemberontak melepas kota Bin Jawad, 50km di utara Ras Lanuf.

"Kami ditembaki bom dan penembak jitu terus mengincar kami dari tempat yang tidak terlihat. Yang bisa kami lihat hanyalah hujan bom dan peluru. Suasananya sungguh mengerikan," kata seorang pemberontak Jamal al-Karrar.

Meski pemberontak berhasil menguasai sejumlah kota namun ibukota Tripoli masih menjadi basis terkuat Gaddafi. Dari ibukota, Gaddafi berusaha menghancurkan pemberontak yang menguasai sebagian besar kawasan timur dan sejumlah kota kecil di kawasan barat negeri itu.

Sedangkan di Zawiya pertempuran terus berkecamuk namun pemberontak mengklaim masih bisa menguasai kota.

"Pagi ini, pemerintah kembali menyerang dengan skala lebih besar. Kami bertempur selama satu setengah jam. Dua anggota kami tewas dan banyak yang terluka. Namun kami masih menguasai pusat kota," kata juru bicara pemberontak Youssef Shagan kepada Reuters.

Bantuan kemanusiaan

Ribuan pengungsi Libia kini menumpuk di perbatasan dengan Tunisia.

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Ribuan pengungsi Libia kini menumpuk di perbatasan dengan Tunisia.

Di tengah kekacauan ini, PBB mengatakan Moammar Gaddafi akhirnya memberikan izin bagi tim PBB untuk masuk ke Tripoli. Tim yang dipimpin mantan Menlu Jordania Abdelilah al-Khatib akan menilai kondisi terakhir Libia khususnya terkait kondisi penduduknya.

PBB hingga kini masih terus berupaya untuk bisa mendapatkan akses ke kota-kota lain yang dilanda pertempuran sengit seperti di Misrata.

"Organisasi kemanusiaan membutuhkan akses masuk sesegera mungkin," kata Koordinator Bantuan Darurat PBB Valerie Amos.

"Saya sudah menghubungi pemerintah Libia untuk memberikan akses dan mengizinkan pekerja sosial memberikan bantuan kemanusiaan," tambah Valerie.

PBB memperkirakan lebih dari 1.000 orang tewas dalam tiga pekan kisruh politik di Libia yang "tertular" aksi serupa di Tunisia dan Mesir.

Selain korban tewas, 200.000 orang yang sebagian besar adalah pekerja asing telah meninggalkan Libia dan menciptakan krisis kemanusiaan di perbatasan dengan Tunisia.

Dewan keamanan PBB menyepakati sanksi untuk Libia pekan lalu berupa pembekuan aset dan larangan ke luar negeri bagi Gaddafi, keluarga dan kroninya.