Serbia-Kosovo gelar pembicaraan resmi

Sumber gambar, 1
Serbia dan Kosovo dijadwalkan menggelar pertemuan tingkat tinggi pertama sejak Pristina menyatakan kemerdekaan tiga tahun lalu.
Serbia tidak mengakui deklarasi kemerdekaan Kosovo, namun kedua pihak sepakat melakukan pembicaraan yang disponsori Uni Eropa.
Pertemuan yang akan digelar di Brussels, Belgia itu fokus pada isu-isu vital di Kosovo termasuk masalah telekomunikasi dan ruang udara.
Apalagi, Kosovo belum mendapatkan kode telepon internasionalnya atau bergabung dengan berbagai organisasi ekonomi dunia akibat blokade Serbia.
Wartawan BBC di Beograd Mark Lowen melaporkan kemajuan pembicaraan sangat diharapkan agar Beograd dan Pristina bisa menjadi anggota Uni Eropa.
"Tujuan pembicaraan ini adalah untuk meningkatkan kehidupan masyarakat di kawasan itu, meningkatkan kerja sama negara-negara Balkan dan membawa mereka semakin dekat ke standar Eropa," kata seorang pejabat senior Uni Eropa seperti dikutip Reuters.
Mayoritas etnis Albania di Kosovo memberontak terhadap Serbia pada tahun 1990-an yang mengakibatkan sedikitnya 10.000 orang tewas dan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi.
Setelah mendeklarasikan kemerdekaan tiga tahun lalu, kini Kosovo berada di bawah administrasi PBB.
Sejauh ini 75 negara mengakui kemerdekaan Kosovo termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Namun, Serbia sejauh ini terus melakukan blokade perdagangan Kosovo dan selalu memeriksa penduduk dengan paspor atau kendaraan bernomor Kosovo.





























