Cina tidak 'menjadi' negara demokrasi

Wu Bangguo

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Wu Bangguo menegaskan demokrasi akan menghapus keberhasilan Cina

Pejabat senior Cina Wu Bangguo menyatakan negaranya tidak akan menjadi negara demokrasi multipartai atau mendukung reformasi politik gaya Barat.

Wu yang secara resmi menjadi orang kedua dalam struktur kepemimpinan di Cina memperingatkan bahwa Cina akan menghadapi kerusuhan jika meninggalkan sistem sekarang.

Tahun lalu Perdana Menteri Cina Wen Jiabao menyebutkan Cina bisa melakukan reformasi demokratis.

Namun komentar dari Wu yang terbuka malah bertentangan dengan pernyataan Wen Jiabao.

Wu Bangguo memberikan komentarnya dalam pidato yang disampaikan di Kongres Rakyat Nasional (KRN), sidang tahunan parlemen yang saat ini berlangsung di Beijing.

Konsekuensi berat

"Kami telah membuat deklarasi yang mantap bahwa kami tidak akan memberlakukan sistem multipartai yang berkuasa secara bergiliran," ujar Wu, Ketua Komite Tetap KRN.

"Tidak akan ada pemisahan kekuasaan antara cabang-cabang pemerintahan dan tidak ada sistem federal," katanya.

Dua tahun lalu Wu juga memberikan komentar serupa di sidang parlemen.

Dalam pidato tahun ini, dia mengatakan Cina akan tetap dipimpin oleh Partai Komunis Cina yang berkuasa sejak 1949 dan pemerintah hanya menjalankan perintah-perintah partai.

Wu memperingatkan konsekuensi yang berat jika sitem ini diubah.

Dia mengatakan jika hal itu terjadi keberhasilan yang dicapai dalam 30 tahun ini sejak diluncurkan reformasi ekonomi kemungkinan akan hilang dan bahkan situasinya memburuk.

"Kemungkinan negara akan terjerumus kedalam kekacauan luar biasa," katanya dalam pidato yang menjelaskan kerja komite setahun ini.

Komentar tegas yang disampaikan dalam acara terbuka ini menunjukkan kata-kata Wu mencerminkan opini umum para pemimpin tertinggi Cina.