Demonstrasi berdarah di Yaman

Protes di Yaman

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Demonstrasi berlangsung selama berminggu-minggu untuk menuntut pengunduran diri presiden

Para tenaga medis di ibu kota Yaman, Sanaa, mengatakan sedikitnya enam orang tewas dan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka dalam serangan pasukan keamanan kepada demonstran antipemerintah.

Seorang dokter mengatakan kepada BBC bahwa banyak korban luka dalam keadaan serius.

Berbagai laporan mengatakan pasukan keamanan Yaman menembakkan peluru dan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa di Lapangan Taghyeer, pusat kota Sanaa.

Sejumlah saksi mata mengatakan ratusan personil polisi menyerbu lokasi kemah yang digunakan para demonstran.

Dikejar

Para dokter mengatakan polisi melarang mereka masuk ke lokasi dan seorang korban tewas akibat tembakan di kepala.

"Ini seperti pembunuhan massal. Ada polisi berpakaian seragam dan ada pula polisi berpakaian sipil dan mereka menyerang demonstran," kata seorang saksi mata kepada kantor berita Reuters.

"Mereka menggunakan gas air mata dan tembakan dan mengejar sebagian demonstran sampai ke jalan-jalan," tambahnya.

Pada hari Kamis, Amerika Serikat menminta pihak oposisi Yaman agar mengindahkan seruan Presiden Ali Abdullah Saleh baru-baru ini untuk melakukan perundingan reformasi politik.

Presiden Saleh telah berkuasa selama 30 tahun lebih. Yaman adalah salah satu negara di Timur Tengah dan Afrika utara yang mengalami pergolakan sejak presiden Tunisia dan presiden Mesir digulingkan oleh pergolakan rakyat tahun ini.