Jet militer Prancis terbang di Libia

Pesawat diperkirakan milik pemerintah Libia jatuh
Keterangan gambar, Jet Prancis dalam misi di Libya untuk mencegah pesawat pemerintah menyerang warga sipil

Jet-jet militer Prancis terbang dalam misi pengintaian di atas "semua wilayah Libia" pada hari Sabtu, kata sumber-sumber militer Prancis.

Diyakini ini merupakan tanda pertama campur tangan internasional sejak PBB memutuskan zona larangan terbang di atas Libia pada hari Kamis.

Para pemimpin Barat dan Arab bersidang di Paris untuk menyepakati tindakan yang akan diambil.

Pasukan yang pro-Gaddafi melancarkan serangan ke kubu pemberontak Libia di Benghazi, kata wartawan BBC yang meyaksikannya.

Namun pemerintah Libia menyangkal telah melancarkan serangan.

'Hentikan pemboman'

Jet-jet Rafale Prancis lepas landas dari pangkalan mereka di Saint-Dizier di Eropa timur, seorang sumber militer mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP.

Pesawat-pesawat itu tidak menemui gangguan selama beberapa jam pertama misi penerbangan mereka, kata sumber tersebut, dan penerbangan akan dilanjutkan selama beberapa jam lagi.

Pemimpin pemberontak menghimbau kepada masyarakat internasional agar menghentikan pemboman yang dilakukan oleh pasukan pro-Gaddafi.

Resolusi baru PBB memberikan wewenang untuk melakukan "semua tindakan yang diperlukan" guna melindungi warga sipil Libia.

Para diplomat mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa serangan udara oleh Barat akan dimulai setelah pertemuan para kepala negara di Paris.

Laporan-laporan menyiratkan bahwa ratusan mobil yang penuh penumpang mengungsi dari kota menuju ke timur sementara pertempuran menyebar.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan dunia harus "berbicara dengan satu suara" mengenai Libia.

Wartawan BBC, Ian Pannel, melihat tank-tank pemerintah di sebuah jembatan di Benghazi sekitar jam 1030 waktu setempat.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan pasukan yang setia kepada Kolonel Muamar Gaddafi harus berhenti menyerang daerah-daerah pemberontak atau menghadapi tindakan militer.

"Gaddafi harus mencegah pasukannya maju ke Benghazi, mundur dari Ajdabiya, Misrata dan Zawiya serta menyediakan pasok air, listrik dan gas ke semua daerah," katanya pada hari Jumat.