Presiden Yaman: perang saudara bisa terjadi

Presiden Ali Abdullah Saleh

Sumber gambar, n

Keterangan gambar, Presiden Saleh tetap bertahan di tengah protes dan pengunduran diri para pejabat

Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh memperingatkan bahwa kudeta militer bisa menyebabkan perang saudara.

"Mereka yang mau naik ke kekuasaan melalui kudeta harus tahu bahwa hal itu tidak mungkin. Negara akan goyah. Akan pecah perang saudara, perang berdarah," kata Presiden Saleh, Selasa (22/3).

Presiden menyatakan akan mundur Januari 2012, tetapi setelah menyelenggarakan pemilihan umum.

Sebelumnya dia menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi setelah pemilihan tahun 2013.

Tawaran presiden langsung ditolak oleh kubu oposisi yang menginginkannya lengser sekarang juga.

Berkuasa 32 tahun

Pernyataan presiden Yaman keluar di tengah berbagai laporan bahwa semakin banyak tentara dan pejabat yang membelot ke oposisi.

Pada Senin Jenderal Ali Mohsen al-Ahmar, sekutu dekat Presiden Saleh, menyatakan dukungan kepada demonstran.

Dua komandan senior juga dilaporkan mengundurkan diri.

Kendaraan lapis baja dari kedua kubu sekarang berada di jalan-jalan. Dua tentara dilaporkan tewas hari ini dalam bentrokan antara tentara dan pasukan elit Pengawal Republik di Mukalla, belahan timur Yaman.

Presiden Saleh telah berkuasa selama 32 tahun dan menghadapi sejumlah masalah antara lain gerakan separatis di selatan, cabang al-Qaida dan konflik periodik dengan penduduk Syiah di utara.

Yaman adalah salah satu dari sejumlah negara kawasan yang mengalami pergolakan sejak presiden Tunisia dan presiden Mesir dilengserkan melalui gerakan rakyat.