Semangat penentangan di Deraa

Sumber gambar, afp
Sejumlah laporan dari kota Deraa menyebutkan aparat keamanan Suriah menyerbu sebuah masjid dan membunuh enam demonstran.
Menurut organisasi-organisasi hak asasi manusia, aparat keamanan menggunakan peluru tajam dan gas air mata untuk menyerang para demonstran pada Rabu dini hari.
Akan tetapi televisi pemerintah Suriah mengatakan para demonstran menyembunyikan senjata dan amunisi di dalam masjid Omari.
Kota Deraa sejak Jumat lalu menjadi ajang demonstrasi anti pemerintah Bashar al-Assad.
Pengamat politik Timur Tengah yang bermukim di Beirut, Zainal Aziz, mengatakan Deraa yang terletak 100 km di selatan Damaskus dan berada dekat dengan perbatasan dengan Yordania dan Israel, mempunyai sejarah penentangan lama melawan mendiang Presiden Hafez al-Assad maupun putranya yang sekarang berkuasa.
Kerabat Assad
"Kepala polisi rahasia Deraa adalah kerabat Bashar al-Assad dan dia dikenal sangat represif terhadap rakyat di Deraa. Apakah ini menjadi pemicu kita kurang tahu," kata Zainal.
Aziz mengatakan para demonstran menuntut peningkatan kesejahteraan, transparansi, dan kebebasan dalam berekspresi dan juga terpengaruh oleh eforia penurunan rezim di berbagai negara Timur Tengah.
Demonstrasi anti Presiden Assad berlangsung meskipun sejak tahun 1963 Suriah memberlakukan undang-undang darurat perang yang melarang unjuk rasa.
Zainal Aziz mengatakan pemerintah Partai Baath di Suriah mempunyai banyak kemiripan dengan pemerintah Partai Baath Irak pada zaman Saddam Hussein.
"Rezim Assad baik bapaknya yang sudah almarhum maupun sekarang penerusnya anaknya sendiri, memang dikenal sangat represif terhadap rakyatnya, rezim intel yang memata-matai rakyatnya sendiri," kata Zainal.
Represi rezim Assad antara lain terlihat dari ketiadaan gerakan politik selain Partai Baath yang berkuasa.





























