Suriah kembali dilanda demo

Demo di Suriah

Sumber gambar, afp

Keterangan gambar, Demonstrasi di Deraa berlangsung selama beberapa hari menyusul pemakaman warga yang terbunuh

Ribuan pengunjuk rasa mengikuti pawai di kota Deraa, Suriah untuk menuntut kebebasan lebih besar Senin (21/3).

Aksi hari ini diadakan setelah pemakaman seorang demonstan Raed al-Kerad yang terbunuh dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Suriah dalam unjuk rasa hari Minggu.

Al-Kerad terbunuh ketika aparat keamanan membuka tembakan ke arah pengunjuk rasa yang membakar kantor partai pemerintah Baath

Mereka meneriakkan slogan-slogan untuk menuntut kebebasan berpolitik dan pemberantasan korupsi.

"Tuhan, Suriah, kebebasan. Revolusi, revolusi," demikian pekik seorang warga setempat kepada kantor berita AFP.

Dikritik

Militer Suriah menempatkan pasukan di sejumlah pintu gerbang kota Deraa. Prancis kembali mengecam tindakan pemerintah Suriah dalam menangangi aksi demonstrasi.

Prancis juga meminta pemerintah Suriah membebaskan para warga yang ditahan.

"Prancis menyerukan kepada pihak berwenang Suriah untuk membebaskan semua orang yang ditahan karena ikut demonstrasi, karena pendapatnya atau karena tindakannya untuk membela HAM," kata juru bicara kementerian luar negeri Bernard Valero,

Kemarin riibuan orang melancarkan demonstrasi di kota Deraa. Polisi berusaha membubarkan para demonstran di kota di kawasan selatan.

Mereka menyerukan diakhirinya undang-undang darurat yang sudah diterapkan selama 48 tahun dan meminta para pejabat yang terlibat dalam tindak keras terhadap para demonstran dipecat.

Aksi protes hari Minggu dilancarkan di saat delegasi pemerintah tiba di Deraa untuk menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang tewas.