Air dengan radiokatif tinggi di luar reaktor Jepang

Sumber gambar, Reuters
Operator reaktor nuklir yang rusak di Jepang, mengatakan bahwa air dengan kandungan radioaktif yang tinggi untuk pertama kalinya ditemukan di luar gedung reaktor.
Air tersebut ditemukan di sejumlah pagar pelindung di reaktor, yang berhubungan dengan terowongan yang dekat ke laut.
Wartawan BBC di Tokyo, Mark Worthingon, melaporkan temuan ini merupakan perkembangan terbaru yang mengkhawatirkan dari reaktor Fukushima.
Menurut Badan Keselamatan Nuklir, permukaan air yang terkontaminasi di tempat itu naik sampai satu meter.
Namun perusahaan operator Fukushima mengatakan pada saat ini belum ada bukti-bukti bahwa air yang terkontaminasi itu sudah memasuki laut.
Temuan ini muncul sehari setelah Sekretaris Kabinet Jepang mengatakan bahwa prioritas di reaktor adalah menghentikan air yang terkontaminasi merembes ke daratan atau masuk ke laut.
Radiasi amat tinggi
Sebelumnya disebutkan bahwa tingkat radiasi di air dekat reaktor 2 dikukuhkan berada pada tingkat 1.000 millisieverts dalam satu jam.
"Itu angka yang amat tinggi," kata Hidehiko Nishiyama, juru bicara badan pengawas tenaga atom Jepang.
Tingginya tingkat radiasi itu membuat para petugas darurat di sekitar air yang terkontaminasi akan mendapatkan empat kali dosis anti radiasi tahunan dalam waktu satu jam.
Para petugas juga mulai menggunakan air tawar untuk mendinginkan reaktor dan bukan air laut karena ada kekhawatiran air laut akan membuat peralatan lebih cepat berkarat.
Badan tenaga atom PBB, IAEA, sudah memperingatkan bahwa krisis di reaktor Fukushima ini bisa berlangsung selama beberapa bulan.
Bagaimanapun ada kabar baiknya: pemerintah di Tokyo mengatakan radiasi di udara lepas di sekitar reaktor sudah berkurang sehingga zona tertutup tidak perlu diperluas.





























