PBB desak penyelidikan di Pantai Gading

Pendukung Ouattara

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Alassane Ouattara mengatakan pendukungnya tidak terlibat kasus kekerasan di Duekoue.

Sekjen PBB mendesak dunia internasional untuk menyelidiki kematian ratusan orang di Pantai Gading yang diduga melibatkan pendukung Presiden.

Pertempuran antara pendukung Presiden yang diakui PBB Alassane Ouattara dan pendukung saingainnya presiden Laurent Gbagbo, terjadi pekan lalu dan menewaskan ratusan orang.

Ban Ki-moon mengatakan dia menaruh perhatian dan khawatir dengan laporan dari Kota Duekoue, tetapi Ouattara mengatakan pendukungnya tidak terlibat dalam peristiwa itu.

PBB menyebutkan pada Sabtu (2/4) lalu, lebih dari 330 tewas ketika pasukan pendukung Ouattara mengambil alih kota Duekoue. Bagaimanapun, lebih dari 100 orang tewas oleh pasukan Gbagbo.

Pasukan PBB mengawal ribuan warga sipil yang mengungsi di Gereja.

Di Abidjan, pertempuran antara pasukan yang setia terhadap Ouattara dan saingannya Laurent Gbagbo masih terus berlanjut.

Pasukan pendukung Ouattara telah menyerang balik pendukung Laurent Gbagbo, di sejumlah wilayah penting, tetapi saksi mata mengatakan situasi di kota itu menjadi lebih sepi.

Pada Minggu (3/4), pejabat yang dekat dengan Gbagbo mengatakan Kepala Pertahanan Jenderal Philippe Mangoutelah meninggalkan kediaman duta besar Afrika, tempatnya mengungsi setelah mengalihkan dukungan ke Ouattara pada pekan lalu.

Juru bicara mengatakan kepada Kantor Berita AFP, bahwa Jenderal Mangou bertemu dengan Gbagbo. Sementara itu, sumber Reuters mengatakan dia memutuskan untuk menduduki kembali jabatannya sebagai komandan pasukan pendukung Gbagbo.

Sebelumnya, Juru bicara PBB Hamadoun Toure mengatakan kepada BBC, suara tembakan terdengar dari dekat istana presiden yang diduduki Gbagdo, menambah panas situasi di kawasan itu.

Sementara itu Bandara yang berada dalam kontrol pasukan Prancis, dibuka kembali.

Laporan menyebutkan pasukan PBB mengevakuasi sekitar 200 orang karyawan dari Abidjan.

Tetapi, stasiun televisi pro Gbagbo meminta masyarakat untuk memobilisasi diri melawan "pendudukan" Prancis.

Prancis telah menambah sekitar 300 orang tentara ke Pantai Gading, dan juru bicara Menteri pertahanan Thierry Burkhard mengatakan total jumlah pasukan Prancis mencapai 1.400 orang.

Konflik di Pantai Gading semakin meruncing setelah pemilu tahun lalu. Presiden Laurent Gbagbo mengakui dirinya sebagai pemenang dalam pemilu yang menurut pengamat diwarnai dengan kecurangan. Saingannya Alassane Ouattara, diakui dunia internasional sebagai presiden.