Gaddafi tidak merasa dikhianati Menlunya

Pendukung Gaddafi di Tripoli

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Meski menyatakan bersedia menggelar referendum, Gaddafi mensyaratkan posisinya tidak diganggu-gugat

Anak pemimpin Libia, Kolonel Gaddafi, berkeras bahwa dirinya dan ayahnya tidak merasa dikhianati oleh pembelotan Menlu Libia, yang tiba di London, Inggris pekan lalu.

Menlu Moussa Koussa, disebut oleh anak laki-laki gaddafi, Saif al-Islam, bepergian ke London utnuk berobat karena sedang sakit.

Kepada BBC, Saif mengatakan Koussa sudah tua dan sakit-sakitan dan karena itu butuh perawatan kesehatan.

Pernyataan Saif Al-Islam ini muncul hampir bersamaan dengan pengumuman jaksa penuntut di Skotlandia yang berupaya mengejar Menlu Koussa terkait kejadian pengeboman pesawat diatas kota Lockerbie, Skotlandia tahun 1988.

Saat pengeboman terjadi Koussa adalah anggota badan intelejen Libia, dan diduga tahu banyak tentang aksi pengeboman itu.

Sementara terkait pembelotannya, pemerintah Inggris, melalui menlu William Hague, beberapa kali mengatakan tak meneken kesepakatan apapun dengan Koussa serta tidak memberi jaminan kekebalan padanya.

Berita terbaru dari Tripoli seperti disiarkan televisi setempat menunjukkan Kolonel Gaddafi memberi hormat para pendukungnya dari sebuah mobil jip diluar komplek di ibukota Tripoli.

Gaddafi muncul dimuka publik sementara kelompok utusannya dipimpin Abdul-Ati al-Obeidi meneruskan tur ke ibuota sejumlah negara Eropa untuk mencari solusi konflik negara kaya minyak itu.

Tempat pemberhentian terakhirnya saat ini adalah Turki, dimana sebelumnya seorang juru bicara pemerintah Libia, Moussa Ibrahim, mengatakan pemerintahnya siap merundingkan reformasi termasuk pemilu atau referendum tetap tanpa syarat mundurnya Gaddafi.