Korea Utara menahan warga AS

Poster propaganda

Sumber gambar, GETTY IMAGES

Keterangan gambar, Poster propaganda politik Korea Utara banyak dijumpai di Pyongyang.

Korea Utara mengakui telah menahan seorang warga negara Amerika Serikat dengan tuduhan "tindakan kriminal" melawan negara.

Jun Young Su ditahan di bulan November tahun lalu, menurut kantor berita Korea Utara, KCNA.

Sebelumnya kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memastikan seorang warga AS ditahan di Korea Utara, dan secara resmi telah meminta agar orang tersebut dibebaskan dengan alasan kemanusiaan.

Pemerintah Korea Utara tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai latar belakang warga negara Amerika Serikat ini.

Menurut pemerintah Amerika Serikat, diplomat Swedia di Pyongyang telah mengunjungi tawanan tersebut.

Amerika Serikat tidak punya hubungan diplomatis resmi dengan Korea Utara, maka dari itu kedutaan besar Swedia di Pyongyang ikut membantu keperluan warga negara Amerika Serikat di Korea Utara.

Tahun 2009, dua orang mantan presiden AS datang ke Pyongyang sebagai utusan untuk membebaskan warga AS yang ditahan disana.

Berita penangkapan warga AS ini muncul menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton ke Seoul akhir pekan ini guna membicarakan soal dugaan pengembangan senjata nuklir yang dikembangkan oleh Korut.

Ada tekanan agar Korea Utara mau kembali dalam pembicaraan internasional terkait masalah nuklir ini.

Akhir bulan ini, mantan Presiden AS Jimmy Carter akan terbang ke Pyongyang dalam kunjungan pribadi untuk membicarakan persenjataan nuklir, dan hampir pasti, sekaligus mengupayakan pembebasan warga AS yang ditahan.