Gaddafi gunakan warga sipil sebagai tameng

progaddafi_troops

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pasukan pro Gaddafi menyembunyikan sejata beratnya di pemukiman warga.

Pasukan yang setia kepada Muammar Gaddafi dilaporkan menggunakan tameng manusia untuk menghadapi serangan pasukan koalisi yang dipimpin NATO di Misrata.

Menurut keterangan pasukan koalisi, pasukan Gaddafi juga menggunakan kendaraan sipil dan menyembunyikan persenjataan berat mereka di wilayah pemukiman.

Misrata sendiri saat ini memang menjadi prioritas serangan bagi pasukan koalisi namun aksi ini terhambat karena strategi Gaddafi yang menempatkan warga sipil sebagai tameng.

"Itu memang menjadi prioritas utama tapi pasukan Gaddafi menggunakan warga sipil sebagai tameng untuk melindungi diri mereka," kata Juru bicara NATO Oana Lungescu

Namun pasukan pemberontak menilai birokrasilah yang menyebabkan pasukan NATO lambat dalam membantu pembebasan kota Misrata dari cengkraman pasukan Gaddafi.

"Nato membiarkan warga di Misrata meninggal setiap hari," kata petinggi pasukan pemberontak Jenderal Abdul Fatah Younis.

Kepala misi kemanusiaan PBB menyatakan kondisi di kota itu memang sudah sangat 'kritis'.

"Kami menginginkan gencatan senjata sementara di kawasan tersebut sehingga warga bersama keluarganya bisa segera keluar dai wilayah itu," kata Koordinatir Tim Kemanusiaan PBB, Valerie Amos.

Gaddafi ditolak

Sebelumnya dalam siaran sebuah stasiun televisi pemerintah Libia diberitakan Kolonel Muammar Gaddafi mengirimkan surat kepada Presiden AS, Barack Obama untuk meminta penghentian serangan.

Inilah kali pertama pemimpin Libia itu berkomunikasi dengan Obama setelah sebelumnya dia mengatakan AS bersama sekutunya "harus menarik pasukan Salib mereka dan mereka merupakan pasukan kolonial dan aliansi yang ingin memerangi Libia"

Gedung putih membenarkan bahwa mereka memang telah menerima surat dari Gaddafi namun tidak menjelaskan lebih detail mengenai apa isi surat tersebut.

Dikutip dari Associated Press, dalam pesan yang dituangkan dalam tiga lembar surat itu, Gaddafi meminta Obama menghentikan aksi serangan pasukan dibawah NATO yang disebutnya sebagai "perang yang tidak adil melawan rakyat kecil dari sebuah negara berkembang."

Dalam pernyataannya Gedung Putih, Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton mengatakan Gaddafi sebenarnya sudah tahu apa yang harus dia lakukan.

"Gaddafi tahu apa yang harus dilakukannya. Mereka juga harus melakukan gencatan senjata dan menarik pasukan dari kota-kota yang telah mereka rebut," kata Hillary Clinton

"Selain itu juga Gaddafi harus mengambil putusan untuk melepaskan kekuasaannya dan meninggalkan Libia. Semakin cepat itu dilakukan maka akan semakin cepat juga pertumpahan darah diakhiri dan tentu akan semakin baik buat semua orang."