NATO akan bertemu bicarakan Libia

Pasukan pemberontak Libia

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Tentara pemberontak Libia dalam sebuah pertempuran melawan tentara Muammar Gaddafi.

Menteri luar negeri dari pakta pertahanan NATO akan bertemu hari Kamis (14/04) ini di Berlin untuk membicarakan strategi operasi di Libia.

Inggris dan Perancis telah mendesak negara lain untuk meningkatkan tekanan militer dalam upaya mendepak pemimpin Libia Muammar Gaddafi.

Amerika Serikat dan sekutunya memulai serangan udara pada 19 Maret lalu setelah Resolusi Dewan Keamanan PBB mengizinkan penggunaan segala cara untuk melindungi warga sipil dari pasukan Gaddafi.

Setelah sejumlah operasi awal digelar di bawah komando Amerika Serikat, kini NATO mengambil alih komando dari tangan Washington.

Meski operasi pemboman terus dilakukan ternyata banyak persenjataan berat milik pasukan Gaddafi yang luput dari kehancuran.

Persenjataan itu kemudian digunakan untuk menggempur kota-kota yang dikuasai pemberontak misalnya Misrata.

Amerika Serikat serukan kecaman

Menjelang pertemua, Amerika Serikat kembali menyerukan kecaman terhadap pasukan pemimpin Libia Muammar Gaddafi yang disebut telah melakukan 'kekejaman baru'

"Penembak jitu telah menembak rakyat sipil yang sedang mecari bantuan pengobatan," ujar Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton dalam pernyataan tertulis.

Clinton juga mengatakan bahwa tentara bayaran Libia mulai melakukan penembakan ke arah rumah penduduk.

Menurut Clinton, pemerintah Libia juga dilaporkan telah menghancurkan gudang makanan dan memutus pasukan air dan listrik ke kota Misrata yang dikuasai oleh pemberontak.

"Ribuan warga sipil terpaksa keluar dari rumah mereka karena serangan tank dan artileri"

Clinton saat ini sedang dalam perjalanan ke Berlin untuk menghadiri pertemuan NATO.