Serangan Israel di Gaza tewaskan 11 orang

Sumber gambar, AP
Serangan terbaru Israel ke wilayah Jalur Gaza pada Jumat (8/4) subuh waktu setempat telah menewaskan sebelas orang Palestina.
Laporan seorang dokter yang bertugas di wilayah itu mengatakan diantara kesebelas orang yang tewas, tiga diantaranya adalah warga sipil.
Serangan ini terjadi setelah Hamas menghentikan kesepakatan untuk tidak lagi menghujani wilayah Israel dengan mortir mereka.
Sebelumnya pada hari Kamis lalu, pasukan Hamas menembakan peluru anti tank yang mengenai sebuah bus sekolah di wilayah Israel dan mengakibatkan seorang anak belasan tahun mengalami luka serius.
Sejak aksi hari kamis itu Israel melakukan aksi serangan balasan setidaknya sebanyak 20 kali dan menewaskan 14 orang warga Palestina yang kebanyakan adalah warga sipil.
Aksi serangan kedua pihak sejak hari Kamis lalu dilaporkan memang terus terjadi.
PBB prihatin
Seorang jurubicara Kepolisian Israel menyebutkan setidaknya ada 15 roket yang telah ditembakan dari wilayah palestina ke wilayah Israel sepanjang hari Jumat lalu dan mengakibatkan sejumlah kerusakan namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Kelompok sayap militer Hamas yang melakukan serangan pada hari jumlat kemarin menuduh Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan aksi serangan fajar tersebut.
Sebelumnya Hamas sempat bertemu dengan sejumlah faksi yang berada di bawahnya untuk menyepakati genjatan senjata jika Israel kemudian juga menghentikan aksi serangan mereka.
Namun wartawan BBC di Gaza City, Jon Donnison mengatakan kedua pihak tampaknya tidak bisa menahan diri untuk tidak saling serang.
Situasi yang memanas di Jalur Gaza ini mendapat perhatian dari Sekjen PBB, Ban Ki-moon.
Kemarin Dia menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi di wilayah tersebut.
Sekjen PBB asal Korea Selatan itu juga menyerukan kedua pihak untuk menurunkan tensi ketegangan dan menghindari pertumpahan darah terus berlanjut.





























