Libia berpotensi jadi Somalia baru

Pasukan pro Gaddafi masih menyerang Misrata meski ada usulan gencatan senjata.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pasukan pro Gaddafi masih menyerang Misrata meski ada usulan gencatan senjata.

Mantan Menlu Libia Moussa Koussa yang melarikan diri ke Inggris memperingatkan risiko perang saudara berkepanjangan yang berpotensi mengubah negeri itu menjadi Somalia baru.

Dalam penampilan publik pertamanya setelah tiba di Inggris, kepada BBC Koussa mengatakan hal terpenting yang dibutuhkan Libia saat ini adalah sebuah persatuan.

Komentarnya ini disampaikan setelah kelompok oposisi menolak usulan gencatan senjata yang diajukan Uni Afrika.

"Saya meminta kepada semua pihak untuk menghindarkan Libia dari perang saudara. Perang ini akan menumpahkan banyak darah dan Libia akan menjadi Somalia baru," kata Koussa dalam sebuah pernyataan yang telah disiapkan sebelumnya.

"Lebih dari itu, kami menolak pembagian Libia. Persatuan adalah yang terpenting untuk menyelesaikan semua masalah di Libia," tambah Koussa.

Namun pemerintah Libia tidak mau menanggapi pernyataan Koussa ini.

Menteri Urusan Sosial Libia Ibrahim Zarouk al-Sharif mengatakan pemerintahnya tidak bisa berkomentar karena mantan menlu itu kini ditahan negara musuh Libia.

Usulan Uni Afrika

Sebelumnya, kelompok pemberontak yang berpusat di Benghazi, Libia timur mengatakan telah menolak usulan gencatan senjata yang diajukan Uni Afrika.

Penolakan ini disebabkan usulan itu tidak mencantumkan tuntutan pengunduran diri Kolonel Gaddafi dari tampuk kekuasaan.

Padahal negara-negara barat seperti Amerika Serikat, Inggris dan Italia berulang kali mendesak Gaddafi untuk menyerahkan kekuasaannya.

Selain soal gencatan senjata proposal Uni Afrika ini juga mnegusulkan digelarnya pembicaraan antara pemerintah dan pemberontak, menjamin keamanan bantuan kemanusiaan dan penghentian serangan udara.

Namun, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan tetap menggelar serangan udara jika masih melihat ancaman terhadap warga sipil.

Pada Senin (11/4) pasukan pro Gaddafi melakukan serangan ke kota Misrata di sebelah barat negeri itu dengan menggunakan roket.

"Ini adalah eskalasi baru. Kami tak melihat adanya tanda gencatan senjata," kata juru bicara pemberontak Mahmoud Amloda kepada Reuters.