Pimpinan negara Afrika kunjungi Libia

Sumber gambar,
Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma akan memimpin delegasi Kepala Negara Afrika yang akan mengunjungi Libia akhir pekan ini.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mengakhir kebuntuan dalam penyelesaian krisis di negara tersebut.
Selain Afrika Selatan, kunjungan ini akan diikuti oleh Kongo, Mali, Mauritania dan Uganda.
Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan mengatakan mereka sudah mendapatkan ijin dari Nato untuk memasuki wilayah Libia dan bertemu dengan pejabat negara tersebut di Tripoli.
Selain mengunjung Tripoli mereka juga akan berkunjung ke Benghazi dan bertemu dengan pimpinan kelompok pemberontak.
Mereka mengatakan kunjungan ini merupakan upaya membuka dialog politik diantara kedua belah pihak yang bertikai.
Namun tampaknya keinginan itu bukan hal mudah, pasalnya kubu pemberontak bersikeras menyatakan mereka tidak akan melakukan negosiasi apapun dengan Pemerintah Libia.
Bantuan Misrata
Wartawan BBC di Benghazi, Jon Leyne, melaporkan Pemimpin Libia, Kolonel Muammar Gaddafi menyatakan kunjungan tersebut telah membuatnya merasa mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin Afrika.
Kunjungan itu berlangsung ditengah tekanan negara-negara Uni Eropa yang menginginkan dibukanya akses bantuan kemanusiaan ke Misrata.
Uni Eropa berencana untuk melakukan aksi dalam beberpa hari kedepan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Kepala Kebijakan Uni Eropa, Catherine Ashton telah menulis surat kepada Sekjen PBB Ban KI-moon.
Misi ini katanya adalah misi kemanusiaan penuh dan Uni Eropa akan masuk ke wilayah itu dengan dukungan dari PBB.
Misrata dinilai memiliki korban paling besar akibat dampak pertempuran antara pasukan pemberontak dengan pemerintah Libia.
PBB pada hari Minggu (10/4) rencananya juga akan mengirimkan tim yang akan menyelidiki laporan tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi di Libia.





























