Mubarak dan dua putranya ditahan 15 hari

Sumber gambar, BBC World Service
Jaksa Agung Mesir memerintahkan penahanan mantan Presiden Husni Mubarak menjelang penyelidikan mengenai tuduhan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
Dia dilaporkan berada dalam "kondisi tidak stabil" sehari setelah dilarikan ke rumah sakit karena masalah jantung. Mubarak akan ditahan selama 15 hari.
Kedua putranya Alaa dan Gamal juga sudah ditahan sehari atas tuduhan korupsi dan kekerasan, kata polisi.
Mubarak mengundurkan diri pada bulan Februari setelah terjadi gelombang aksi unjuk rasa yang menentang pemerintahannya.
Sejak itu, puluhan ribu pengunjuk rasa melakukan aksi protes mingguan di Lapangan Tahrir, Kairo.
Mereka menginginkan agar presiden terguling itu diadili terkait kematian para demonstran dan menuduh dia menyalahgunakan kekuasaannya selama dia menjabat presiden lebih dari 30 tahun.
Catatan resmi pemerintah menyebutkan 360 orang meninggal selama aksi protes berlangsung, tetapi kelompok-kelompok HAM menduga angka sebenarnya adalah sekitar 800 korban tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
Penahanan Mubarak merupakan peristiwa yang luar biasa bagi seorang pemimpin di dunia Arab, kata BBC Yolande Knell di ibukota Mesir.
Tetapi masyarakat umum menduga masalah jantung yang sedang dialami Mubarak, ditambah usia yang sudah lanjut bisa menyebabkan dia pada akhirnya tidak akan diadili, kata wartawan kami.





























