Prancis, Italia kirim tim ke Libia

Sumber gambar, Reuters
Prancis dan Italia mengatakan akan mengirim tim perwira militer untuk memberikan nasehat kepada pemberontak Libia yang ingin menggulingkan Kolonel Muammar Gaddafi.
Para pejabat Prancis mengatakan kurang dari 10 perwira akan dikirim, sementara menteri pertahanan Italia mengumumkan 10 personil akan bertolak.
Inggris mengatakan hari Selasa akan mengirim tim yang sama ke kota Benghazi.
Sementara itu, PBB mengatakan laporan penggunaan bom curah oleh pasukan Gaddafi di kota Misrata dapat dikatakan "sebagai kejahatan internasional".
"Satu bom curah dilaporkan meledak beberapa ratus meter dari rumah sakit Misrata, dan laporan lain menyebutkan paling tidak dua klinik terhantam mortir atau tembakan," kata komisaris PBB untuk Pengungsi Navi Pillay dalam satu pernyataan.
Nona Pillay mengatakan sasaran fasilitas medis adalah kejahatan perang dan langkah yang membahayakan warga sipil sama saja dengan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional.
"Saya mendesak pemerintah Libia untuk menghadapi kenyataan bahwa mereka menggali kuburan sendiri dan rakyat Libia semakin tersudut. Mereka harus menghentikan pengepungan Misrata," tambahnya.
Pillay juga mendesak pasukan NATO untuk berhati-hati agar tidak ada korban jatuh dari pihak sipil.
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy berjanji untuk meningkatkan serangan udara.
Sementara itu, para pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa pemerintah Obama telah memutuskan untuk memberikan bantuan yang disebutkan "non tempur" senilai US$25 juta setelah menilai kemampuan mereka.





























