Ahmadinejad terlibat pertikaian pemecatan

Sumber gambar, Other
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mendapat tekanan untuk mengembalikan jabatan Menteri Intelijen Heidar Moslehi dalam pertikaian yang menandai pergulatan kekuasaan.
Ahmadinejad menerima pengunduran diri Moslehi pada hari Minggu, tetapi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei langsung memerintahkan agar Moslehi tetap menjabat.
Lebih dua pertiga dari 290 anggota parlemen Iran menandatangani sebuah pernyataan pada hari Rabu yang memperingatkan Ahmadinejad agar dia mematuhi perintah Khamenei.
Para pengamat mengatakan kaum ulama menganggap Ahmadinejad mencengkram terlalu banyak kekuasaan.
"Mengganti menteri intelijen... sama sekali tidak sejalan dengan kepentingan negara," demikian pernyataan para anggota parlemen itu yang dibacakan di radio pemerintah Iran.
"Anda diharapkan untuk mengikuti perintah pemimpin... dalam mendukung menteri intelijen," tambah mereka dalam pernyataan itu menurut terjemahan kantor berita AP.
Walaupun tidak ada alasan resmi mengenai pengunduran diri itu, media setempat menduga Moslehi tampaknya diberhentikan setelah dia memecat seorang pejabat yang memiliki kaitan erat dengan orang dekat Ahmadinejad, Esfandiar Rahim Mashaei.
Mashaei, yang juga merupakan besan Presiden Ahmadinejad, sebelumnya pernah membuat marah kalangan ulama garis keras Iran lewat berbagai pandangannya.
Tetapi Ahmadinejad masih memiliki pendukung yang kuat, termasuk pasukan elit Pengawal Revolusi.





























