NATO tolak tawaran Gaddafi

Sumber gambar, AP
NATO dan pemberontak Libia menolak tawaran Kolonel Gaddafi untuk menghentikan pertempuran di Libia dan mulai berunding.
NATO mengatakan tidak akan mempertimbangkan tawaran berunding hingga pasukan pemerintah menghentikan serangannya ke penduduk.
Seorang pejabat NATO dikutip kantor berita Prancis AFP mengatakan, ''Kami perlu melihat bukti bukan omongan,'' setelah tawaran Gaddafi itu diikuti pasukan pemerintah Libia terus melancarkan serangan ke Misrata.
''Resolusi PBB tahun 1973 jelas-jelas melarang serangan terhadap kalangan sipil. Pemerintah mengumumkan gencatan senjata sambil terus melakukan serangan terhadap daerah perkotaan dan kalangan sipil.''
Sementara di Benghazi, pemimpin pemberontak mengatakan tawaran Kolonel Gaddafi tidak bisa dipercaya dan merupakan sebuah taktik yang telah ia gunakan berulangkali.
Dalam sebuah siaran televisi, Kolonel Gaddafi mengatakan ia siap berbicara dengan Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat kalau serangan udara dihentikan.
Gaddafi sebelumnya mengancam agar pemberontak di Misrata yang terkepung meletakkan senjata dalam waktu empat hari atau menghadapi serangan habis-habisan.
NATO dikatakan merujuk pada pernyataan para menteri luar negerinya yang dibuat dalam pertemuan awal bulan bahwa mereka akan terus menjalankan misi di Libia hingga pemerintah berhenti melakukan serangan dan ancaman kepada penduduk sipil; hingga semua kekuatan Gaddafi, dari penembak jitu, tentara bayaran, dan kekuatan paramiliter kembali ke barak-barak mereka; hingga bantuan kemanusiaan bisa masuk dengan aman dan tanpa gangguan.
Hingga itu dipenuhi, ''kami akan terus melakukan tekanan hingga mandat PBB terlaksana.''





























