Tak ada pertemuan PM Thailand, Kamboja

Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva akan menghadiri KTT ASEAN di Jakarta akhir pekan ini.
Keterangan gambar, Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva akan menghadiri KTT ASEAN di Jakarta akhir pekan ini.

Sehari menjelang pembukaan konferensi puncak pimpinan negara ASEAN, belum ada jadwal pertemuan PM Thailand, Abhisit Vejjajiva dan PM Kamboja, Hun Sen.

Pertemuan ini sangat diharapkan sejumlah kalangan, termasuk Indonesia yang menjadi tuan rumah KTT ASEAN, dapat berlangsung di tengah arena konferensi ASEAN ke-18 yang akan dibuka hari Sabtu (07/05).

"Saya tidak tahu apakah akan berlangsung atau tidak, tergantung pada dua belah pihak,"kata Menteru Luar Negeri Marty Natalegawa, usai bertemu sejawatnya dari Thailand, Menlu Kasit Piromya.

Harapan mempertemukan dua pemimpin negara ASEAN itu menguat sejak pecah bentrok bersenjata di perbatasan dua negara, bulan lalu.

KTT ASEAN menjadi kesempatan resmi pertama, dimana dua perdana menteri akan bertemu langsung.

"Berbagai pihak sudah menyatakan ingin menyelesaikan masalah secara bilateral, itu berarti seharusnya ada percakapan antara mereka," tambah Marty menyayangkan.

Dalam kesempatan rangkaian kegiatan konferensi ini, Menlu Marty Natalegawa berturut-turut Jumat (06/05) telah menemuai Menlu Kamboja, Hor Namhong serta Menlu Thailand, Kasit Piromya.

Pertemuan ini merupakan upaya terakhir dari rangkaian agenda yang disiapkan Indonesia selaku juru tengah konflik, bersamaan dengan posisinya sebagai ketua organisasi ASEAN tahun 2011.

Penarikan pasukan

Sebelumnya beberapa kali pertemuan bilateral dan trilateral, dengan Indoensia sebagai mediator, dilangsungkan di Indonesia.

Terakhir usulan Indonesia mengirim sebuah tim peninjau ke lokasi konflik disetujui Kamboja namun berkali-kali ditolak Thailand.

"Dua negara tidak pernah secara resmi meneken kesepakatan gencatan senjata, karena itu tim pemantau di dua sisi perbatasan sangat penting untuk mengatasi perang klaim,"tegas Marty.

Dalam pertemuan terakhir dengan Menlu Kasit, Marty mengatakan Thailand akhirnya menyetujui kerangkan acuan pengiriman tim itu, namun dengan syarat.

Mereka meminta agar pasukan Kamboja ditarik dari berbagai titik di perbatasan yang disengketakan.

Indonesia nampaknya sangat berhati-hati merespon permintaan ini.

"Saya tidak akan menggunakan istilah penarikan pasukan karena saya yakin dua pihak punya versi masing-masing tentang hal itu," tambah Marty.

Ini bukan syarat baru karena sebelumnya sudah pernah diungkap Thailand, namun belum ada tanggapan dari Kamboja terkait hal ini.

Indonesia berharap segera mengirim 30 orang anggota tim peninjau, yang masing-masing 15 orang akan berada di sisi perbatasan Kamboja-Thailand.