Tentara mengepung Kota Baniyas Suriah

Sumber gambar, AP
Pasukan tentara dan tank dilaporkan menuju ke Kota Baniyas, di Suriah yang menjadi pusat demonstrasi anti-pemerintah, pada Sabtu (7/5) pagi.
Mereka memasuki tiga tempat dan mengarah ke distrik yang dihuni masyarakat Sunni di Kota itu, seperti disampaikan oleh pegiat HAM kepada Kantor Berita.
Wartawan BBC Jim Muir yang berada di negara tetangga Suriah, Lebanon mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi laporan tersebut karena jaringan komunikasi di kota itu diputuskan.
AS telah memperingatkan Pemerintah Suriah di Damaskus untuk menghentikan aksi brutal terhadap para pemrotes.
Jumat (6/5) lalu, Gedung Putih mengatakan akan mengambil langkah yang diperlukan jika Presiden Bashar al-Assad tidak melakukan tindakan untuk menghentikan pertumpahan darah.
Lebih dari 500 orang diperkirakan tewas dalam peristiwa kekerasan terhadap pemrotes yang terjadi sejak pertengahan Maret lalu.
Setidaknya 21 orang dilaporkan tewas di Kota Homs, Hama dan kota lainnya pada Jumat (6/5).
Tidak ada laporan yang dapat diverifikasi secara independen, karena wartawan asing dilarang masuk ke Suriah.
Pegiat HAM mengatakan kepada Kantor Berita bahwa pasukan tentara dan tank menuju ke Kota Baniyas hari ini.
Mereka mengatakan pasukan bersenjata mendatangi wilayah yang dihuni oleh masyarakat Sunni Muslim di tiga lokasi, yang berdekatan dengan daerah yang dihuni oleh mazhab Alawite tempat asal presiden dan keluarganya.
"Para penduduk melaporkan mendengar suara tembakan dan melihat kapal milik angkatan laut Suriah menuju ke Baniyas. Wilayah Sunni dan sekitarnya telah dikepung," kata salah seorang pegiat HAM, yang tidak ingin disebutkan identitasnya kepada Kantor Berita Reuters.
AFP melaporkan para pemrotes telah membuat pagar manusia untuk menghentikan operasi militer.





























